PONTIANAK POST - Lima pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak mendapat bantuan kemasan produk dari Pemerintah Kota Pontianak. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki tampilan produk sekaligus memperkuat branding agar UMKM lokal lebih siap bersaing di pasar.
Bantuan itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak mengoptimalkan Rumah Kemasan yang menyediakan layanan secara gratis bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut mencakup desain kemasan dan sejumlah dukungan lain yang dibutuhkan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk.
Kepala DKUMP Kota Pontianak Ibrahim mengatakan keberadaan Rumah Kemasan yang telah berjalan sekitar satu tahun belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, pemerintah mendorong camat dan lurah ikut menyosialisasikan fasilitas tersebut agar lebih banyak UMKM mengetahui dan memanfaatkannya.
Baca Juga: Festival UMKM Ketapang 2026 Dibuka, Bupati Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Perluas Pasar
“Rumah kemasan ini gratis, baik untuk desain maupun bantuan-bantuan lain yang diperlukan pelaku usaha,” ujar Ibrahim.
Bantuan kemasan yang diserahkan kali ini antara lain berupa standing pouch untuk produk akar kelapa, kentang mustofa, stik ubi ungu, minuman, dan kue gamat. Jenis serta jumlah kemasan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Bagi pelaku UMKM, kemasan bukan lagi sekadar pembungkus produk. Tampilan kemasan menjadi bagian dari identitas usaha yang dapat memengaruhi kesan konsumen sekaligus membantu produk lebih mudah dikenali ketika dipasarkan secara langsung maupun melalui kanal digital.
Ibrahim mengatakan peningkatan kualitas kemasan perlu diikuti dengan kemampuan pemasaran. Karena itu, DKUMP juga memberikan pelatihan digitalisasi pemasaran agar pelaku usaha tidak hanya memiliki produk dengan tampilan lebih baik, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Juga: UMKM Binaan BI Kalbar Catat Transaksi Rp12,5 Miliar
“Kita harapkan Rumah Kemasan ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya dan pelaku usaha bisa naik kelas, dari kemasan yang bersifat tradisional menjadi lebih modern,” katanya.
Menurut Ibrahim, program bantuan kemasan akan terus dikembangkan. Pelaku usaha dari kecamatan lain juga didorong mengajukan usulan sehingga pemanfaatan Rumah Kemasan tidak hanya dirasakan oleh sebagian kecil UMKM.
Upaya memperluas akses tersebut juga menjadi penting karena kualitas produk dan kemasan perlu berjalan beriringan dengan strategi pemasaran. Produk yang sudah dikemas lebih menarik tetap membutuhkan promosi, pelayanan, serta kemampuan menjangkau konsumen agar berdampak terhadap pertumbuhan usaha.
Baca Juga: Disdukcapil Kubu Raya Perkuat Integritas dan Digitalisasi Demi Raih Predikat WBK
Salah satu penerima bantuan, Melinda Dwi Tiara Putri (30), mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Pemilik usaha Kentang Mustafa Berkah itu menerima 100 standing pouch dengan desain baru.
Sebelumnya, produk Melinda menggunakan plastik bening yang ditempeli stiker. Perubahan desain kemasan dinilai memberikan tampilan yang lebih profesional sekaligus membantu memperkuat identitas produknya.
“Ini sangat membantu kami selaku UMKM untuk meningkatkan branding. Usaha itu bukan sekadar dari mulut ke mulut, tetapi juga perlu branding, pelayanan, dan pemasaran yang baik,” ujar Melinda.
Melinda mengatakan produknya kini telah dipasarkan di tujuh lokasi, di antaranya PontiOng.ptk, sejumlah cabang Berkah Jaya Snack, Minimarket Harmonis, dan Kaisar.
Menurutnya, fasilitas pemerintah akan semakin terasa manfaatnya apabila lebih banyak pelaku UMKM memanfaatkannya. Ia berharap program tersebut terus dikembangkan dan menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan dukungan dalam meningkatkan kualitas produk.
“Semoga semua UMKM dapat menyerap fasilitas yang disediakan Pemkot Pontianak. Semakin optimal pemanfaatan teknologi yang ada, akan semakin besar pula peluang berkembangnya bisnis UMKM di Pontianak,” tuturnya.(iza)
Editor : Hanif