PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan kenaikan tingkat atau DAN dalam karate tidak sekadar menunjukkan peningkatan kemampuan teknik, tetapi juga harus diikuti peningkatan disiplin, pengendalian diri, tanggung jawab, dan karakter seorang karateka.
Menurut Krisantus, gashuku dan ujian kenaikan tingkat merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, bukan sekadar agenda untuk mengukur kemampuan fisik dan teknik.
“Gashuku dan Ujian DAN bukan sekadar kegiatan untuk mengukur kemampuan teknik karate. Lebih dari itu, merupakan proses untuk menguji sejauh mana seorang karateka mampu menjaga disiplin, ketekunan, pengendalian diri, keberanian, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalani proses sebagai seorang karateka,” ujar Krisantus di Pontianak.
Baca Juga: Lemkari Sintang Matangkan Persiapan Porprov Kalbar 2026, Gashuku Jadi Ujian Fisik dan Mental
Ia menegaskan, semakin tinggi tingkatan sabuk atau DAN yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dijaga. Karateka tidak hanya dituntut mampu bertanding, tetapi juga mengendalikan diri saat menghadapi kemenangan maupun kegagalan.
“Seorang karateka sejati tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan memenangkan pertandingan, tetapi juga harus mampu mengendalikan diri ketika menghadapi kemenangan maupun kegagalan. Nilai-nilai inilah yang sangat relevan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia saat ini, terlebih bagi generasi muda,” jelasnya.
Krisantus menilai pembinaan karate dapat berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia Kalimantan Barat yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan berdaya saing. Menurutnya, prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui latihan, kerja keras, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Kita ingin anak-anak muda di Kalimantan Barat tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani, kuat secara mental, unggul dalam kompetisi, dan memiliki karakter yang baik. Prestasi dibangun melalui latihan yang panjang, disiplin, kerja keras, evaluasi, keberanian menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Pontianak Tantang Atlet Renang Pecahkan Rekor Nasional, Bonus Menanti
Sebagai Ketua Umum Pengda INKANAS Kalbar, Krisantus juga mendorong peningkatan kualitas pembinaan agar setiap tingkatan sabuk yang diraih benar-benar mencerminkan kemampuan karateka, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental.
“Saya ingin kalian berkualitas. Sabuk itu bukan untuk gagah-gagahan. Setiap kenaikan sabuk harus menunjukkan peningkatan kualitas, baik teknik maupun fisik. Ketika menjadi DAN 1 atau sabuk hitam, saya ingin kalian menjadi karateka yang berbeda, bisa diandalkan, dan kuat secara fisik maupun teknik,” tegasnya. (mse)
Editor : Hanif