PONTIANAK POST - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia asal Kota Pontianak, Alfatih berhasil meraih kemenangan pertama Polytron Pontianak International Challenge setelah berhasil menumbangkan pebulutangkis Amerika Serikat dengan dua set langsung. Hasil ini, memantapkan langkahnya untuk terus melaju di babak selanjutnya.
“Alhamdulilah saya berhasil mengalahkan pebulutangkis asal Amerika di pertandingan perdana. Hasil positif ini menjadi modal saya untuk dapat melaju di babak selanjutnya,” ujar Alfatih usai pertandingan di GOR A Yani Terpadu Pontianak, Selasa (25/8).
Alfatih sendiri sebenarnya tidak menyangka bisa tampil maksimal dan meraih hasil positif di hadapan publik sendiri. Terlebih dia bermain di tanah kelahirannya Pontianak. Paling membanggakan turnamen ini sudah level internasional.
Baca Juga: Polytron Pontianak International Challenge 2026 Digelar, Atlet Bulutangkis 17 Negara Siap Bertanding
"Perasaannya tadi sedikit kaget, tidak menyangka karena bisa main di kelas International Challenge ini di Pontianak sebagai tuan rumah. Saya sangat senang bisa menang pada pertandingan hari ini," ujarnya.
Kunci keberhasilan Alfatih menundukkan pasangan Amerika Serikat terletak pada kedisiplinan dan mental bertanding yang terjaga sepanjang laga. Ketika ditanya mengenai keunggulan utamanya di lapangan, Alfatih menekankan pentingnya menjaga fokus dan daya juang.
"Saya bermain dengan konsisten, fokus, dan tidak pantang menyerah. Kunci keberhasilannya tadi saya tetap semangat, konsisten, serta menjaga fokus penuh dalam pertandingan," jelasnya.
Meski berhasil keluar sebagai pemenang, pertandingan tidak berjalan tanpa kendala. Pada set kedua, Alfatih sempat berada dalam situasi kritis ketika lawan hampir mengejar ketertinggalan, padahal dirinya hanya membutuhkan satu poin lagi untuk mengunci kemenangan. Situasi ini menjadi catatan penting bagi evaluasi performanya di laga berikutnya.
"Untuk evaluasi diri sendiri pada pertandingan berikutnya, saya harus tidak gampang menyerah, bermain lebih fokus, konsisten, dan tidak banyak melakukan kesalahan atau mati sendiri," katanya.
Menatap babak selanjutnya, Alfatih memprediksi persaingan akan semakin berat. Uniknya, ia justru mewaspadai kompatriotnya sendiri sebagai ancaman terbesar di ajang ini.
"Menurut saya, lawan yang paling berat mungkin datang dari negara kita sendiri, yaitu Indonesia," tutupnya.(iza)
Editor : Rafael B. Junior