PONTIANAK POST – Warga Perum 1, Kecamatan Pontianak Barat, bergerak menghalau sekelompok remaja yang diduga hendak memicu keributan di Jalan Ummu Thalib, Senin (24/8/2026). Sekitar delapan remaja yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor disebut memprovokasi pemuda setempat.
Situasi kemudian dilaporkan warga melalui layanan Call Center 110. Personel Patroli Enggang Barat segera mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran untuk mencegah keributan kembali terjadi.
Warga Pilih Menghalau, Bukan Melawan
Kelompok remaja tersebut berada di sekitar depan Gang Soka. Mereka diduga membawa senjata tajam saat berada di lokasi.
Warga yang mengetahui kedatangan kelompok tersebut kemudian berupaya menghalau mereka. Kelompok itu akhirnya meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Langkah warga untuk segera melaporkan kejadian menjadi salah satu upaya mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar.
Polisi Datang Setelah Laporan 110
Kapolsek Pontianak Barat AKP Basuki Arief Wibowo membenarkan adanya laporan tersebut. Setelah tiba di lokasi, personel Patroli Enggang Barat melakukan patroli di sekitar kawasan.
Patroli dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tawuran susulan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.
“Petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan serta mengajak masyarakat untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Basuki.
Mencegah Keributan Sebelum Ada Korban
Penanganan polisi diarahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah potensi bentrokan. Warga juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperbesar konflik.
Dalam situasi seperti ini, laporan cepat dari masyarakat dapat membantu petugas mendatangi lokasi sebelum keributan berkembang menjadi kekerasan.
Polisi Ajak Warga Gunakan Call Center 110
Basuki mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 agar segera ditindaklanjuti petugas.
“Polresta Pontianak terus meningkatkan kegiatan patroli dan respons cepat terhadap laporan masyarakat sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada jam-jam rawan,” pungkasnya.
Jangan Biarkan Konflik Remaja Berujung Korban
Dugaan tawuran di Jalan Ummu Thalib menjadi pengingat bahwa konflik antarremaja dapat dengan cepat berubah menjadi persoalan yang membahayakan banyak orang.
Karena itu, peran warga bukan menghadapi kelompok yang datang dengan kekerasan, melainkan menjaga keselamatan lingkungan dan segera menghubungi petugas ketika melihat potensi keributan.
Respons cepat juga memberi ruang bagi polisi untuk mencegah konflik sebelum menimbulkan korban, kerusakan, atau gangguan yang lebih luas.