PONTIANAK POST — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Barat mulai disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengecek dan memastikan kesiapan armada pesawat, kru hingga bahan semai di Lanud Supadio, Selasa (25/8).
Dalam peninjauan tersebut, Novi didampingi Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono dan Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo.
Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memastikan kesiapan teknis pesawat dan seluruh sarana pendukung sebelum operasi dilakukan. Pemeriksaan mencakup kondisi armada, kesiapan kru udara hingga ketersediaan bahan semai berupa garam natrium klorida (NaCl).
Novi Rubadi Sugito mengatakan pengecekan tersebut merupakan bagian dari persiapan rutin sebelum pelaksanaan OMC. Perencanaan operasi dimatangkan melalui koordinasi dan evaluasi bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Hari ini merupakan salah satu kegiatan rutin untuk Operasi Modifikasi Cuaca. Kita ikut briefing untuk mendengarkan perencanaan hari ini setelah kemarin menghimpun masukan dari berbagai stakeholder di Posko,” kata Novi Rubadi Sugito.
Menurut dia, hasil koordinasi tersebut kemudian dimatangkan dalam briefing penerbangan di Lanud Supadio untuk memastikan kesiapan sarana OMC, baik pesawat TNI AU maupun armada yang disiapkan BNPB.
Berdasarkan pemetaan awal dan hasil briefing, sejumlah wilayah menjadi perhatian untuk pelaksanaan penyemaian bahan semai. Di antaranya Kabupaten Landak, Bengkayang dan wilayah bagian tenggara Kalbar.
“Rencananya ada potensi-potensi di wilayah Landak, Bengkayang, kemudian di bagian tenggara. Mudah-mudahan pada waktunya nanti, biasanya agak sore, sudah mulai muncul bibit-bibit awan yang berpotensi untuk dilakukan OMC,” ujarnya.
4.114 Personel Siap di Lapangan
Selain menyiapkan dukungan dari udara, Kodam XII Tanjungpura juga memperkuat penanganan karhutla melalui pengerahan personel di darat.
Novi Rubadi Sugito menyebut sebanyak 4.114 personel organik Kodam XII Tanjungpura telah berada di wilayah penugasan masing-masing.
Kekuatan tersebut diperkuat sekitar 1.260 personel tambahan yang tergabung dalam tiga satuan setingkat batalyon (SSY). Selain itu, satu satuan setingkat kompi (SSK) disiapkan khusus untuk melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan karhutla di seluruh kabupaten di Kalimantan Barat.
“Secara organik, personel kita sudah berada di kedudukan masing-masing sejumlah 4.114 personel. Sementara untuk pasukan perkuatan, ada 3 SSY atau sekitar 1.260 personel, ditambah 1 SSK yang bertugas melaksanakan penyuluhan atau sosialisasi di seluruh kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkas Novi Rubadi Sugito. (ash)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro