Sekolah Rakyat Pontianak Belum Optimal, Boyman Harun: Kapasitas 1.100 Hanya Diisi 200 Siswa

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memandu siswa mengikuti permainan membangun kekompakan saat Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Jessica Wuysang)
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memandu siswa mengikuti permainan membangun kekompakan saat Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Jessica Wuysang)

 

PONTIANAK POST — Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menyoroti pemanfaatan Sekolah Rakyat Pontianak, Kalimantan Barat, yang dinilai belum optimal.

Ia menilai kapasitas gedung yang besar perlu diimbangi dengan jumlah siswa agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal.

Hal tersebut disampaikan Boyman saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI untuk meninjau Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Senin (24/8/2026).

Menurut Boyman, pembangunan sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, pemanfaatan fasilitas menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

“Kalau kita lihat dalam setiap pidato Bapak Presiden, artinya ini suatu program yang sangat dibanggakan oleh Bapak Presiden. Makanya, pemanfaatan terhadap pembangunan yang tidak murah ini, demi untuk kepentingan anak-anak kita untuk belajar dan sekolah dengan nyaman, aman dan berkualitas, itu sangat kita perhatikan,” ujar Politisi Fraksi PAN itu.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Diminta Prioritaskan Anak Tidak Mampu Asal Pontianak, DPRD Soroti Validitas Data Penerima Siswa

Kapasitas Hampir 1.100 Siswa

Boyman mengatakan hasil peninjauan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas gedung dan jumlah siswa yang diterima setiap tahun. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Jujur saja setelah kita adakan peninjauan, artinya dalam per tahun itu hanya menerima sekitar 200 murid. Sementara kapasitas itu hampir seribu (orang), katakanlah seribu seratus (orang),” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu diperbaiki karena masih banyak anak kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas. 

Kapasitas gedung yang belum terisi penuh juga dinilai berpotensi membuat biaya pemeliharaan dan perawatan tidak sebanding dengan tingkat pemanfaatannya.

DPR Soroti Sistem, Bukan Bangunan

Boyman menegaskan persoalan utama yang perlu diperbaiki bukan kondisi bangunan sekolah, melainkan sistem pemanfaatannya.

“Artinya banyak lokal yang menurut saya, yang kurang bermanfaat, bahkan kosong yang tidak ada penghuninya. Sementara, pemanfaatan dari biaya pembangunan sekolah itu kan tidak murah,” tutur Boyman.

Ia menilai keberadaan fasilitas yang belum dimanfaatkan secara penuh perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Bangunannya benar. Sistem yang menurut saya harus dibenahi. Artinya masih banyak anak-anak kita di Indonesia ini yang kurang mampu, yang membutuhkan sekolah berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga: 73 Siswa Sekolah Rakyat Pontianak Dilatih Taruna Akpol, Diajari Kedisiplinan hingga Wawasan Kebangsaan

Target Satu Sekolah Rakyat di Setiap Kabupaten/Kota

Boyman mendukung target pembangunan satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Namun, ia meminta target tersebut disertai sistem pemanfaatan yang mampu memastikan kapasitas sekolah digunakan secara optimal.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus diikuti dengan mekanisme penerimaan siswa yang dapat menjangkau lebih banyak anak kurang mampu.

Karena itu, pemerintah diminta memperbaiki sistem agar semakin banyak anak kurang mampu memperoleh kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Komisi V DPR RI Targetkan Satu Kabupaten Minimal Ada Satu Sekolah Rakyat di Kalbar

Kapasitas Sekolah Diminta Dimanfaatkan Maksimal

Boyman berharap kapasitas yang telah disiapkan melalui pembangunan gedung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu.

“Saya mendukung, tetapi harus sistemnya diubah, agar pemanfaatan terhadap sekolah itu benar-benar optimal. Artinya kalau kapasitasnya seribu, ya siswanya harus ada seribu,” tegasnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : DPR RI
Sekolah Rakyat Pontianak kapasitas Sekolah Rakyat siswa Sekolah Rakyat DPR RI