PONTIANAK POST – Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong pemerintah kabupaten/kota memberikan kemudahan dalam pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah subsidi.
“Kami telah menyampaikan surat edaran kepada kabupaten/kota agar tidak lagi mengenakan atau menetapkan BPHTB untuk rumah subsidi,” katanya dalam kegiatan pembukaan REI Kalbar Expo 2026 di Bumi Gaia Mall, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (26/8).
Baca Juga: REI Kalbar Gelar Expo Properti 2026, Sasar Penjualan Rumah dan KPR Senilai Rp100 Miliar
Norsan mencontohkan Kabupaten Kubu Raya yang telah melaksanakan kebijakan ini dengan baik. Ia pun berharap daerah lain yang belum menerapkannya dapat segera menyesuaikan karena dapat mempercepat terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.
Langkah ini juga dilakukan guna mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi program utama Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, target tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan.
Ia pun berharap REI Kalbar Expo 2026 menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan para pengembang, sekaligus memberikan informasi dan pilihan hunian yang layak dan terjangkau. “Pameran ini bukan hanya menjadi ruang bagi para pengembang untuk menawarkan produk, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan memilih hunian sesuai kebutuhan,” katanya.
Pada momen yang sama Sukiryanto yang mewakili Ketua DPP REI Indonesia mengatakan REI hadir salah satunya untuk memperjuangkan masyarakat agar dapat memiliki rumah. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah.
Baca Juga: ISPU Pontianak Capai 193, Wali Kota Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Menurutnya, rumah subsidi memiliki margin keuntungan yang relatif terbatas, namun memberikan manfaat sosial yang besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Bisnis perumahan subsidi memang memiliki margin keuntungan yang tipis, tetapi memiliki nilai sosial yang besar bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Bupati Kubu Raya ini juga mengingatkan seluruh pengembang untuk mematuhi ketentuan harga dan mekanisme penjualan rumah subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketua REI Kalbar Baharudin mengatakan REI Kalbar Expo 2026 ditargetkan dapat mendatangkan sekitar 15 ribu pengunjung. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan transaksi hingga Rp100 miliar yang berasal dari rumah subsidi, rumah komersial, maupun kredit pemilikan rumah (KPR).
“Dari 15 ribu itu target kita mungkin bisa closing sampai Rp100 miliar. Mungkin itu dari rumah subsidi, rumah komersil dan ada KPR,” ujarnya.
REI Kalbar juga menggelar akad kredit secara massal yang melibatkan sejumlah perbankan dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan rumah.
Baharudin berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memiliki rumah, khususnya rumah subsidi yang saat ini masih dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Ia mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan bangunan berpotensi meningkatkan biaya pembangunan rumah. Namun, harga rumah subsidi belum mengalami kenaikan.
“Tapi harga rumah subsidi tidak naik, kita hanya bertahan. Makanya saat ini kawan-kawan pengembang untungnya semakin kecil. Nah, sekarang mumpung masih murah, silakan ambil,” ucapnya. (sti)
Editor : Hanif