PONTIANAK POST — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, mengatakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Suhuri, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam pameran yang mempertemukan pengembang, perbankan, pemerintah, dan masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan fasilitas pembiayaan perumahan melalui program MLT.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko sosial ekonomi, tetapi juga memperoleh manfaat tambahan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Salah satunya melalui fasilitas pembiayaan perumahan pekerja atau MLT,” ujar Suhuri saat hadir dalam REI Expo Kalbar 2026 yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di Gaia Mall Bumi Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Ia menjelaskan, MLT merupakan manfaat tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan berupa fasilitas pembiayaan perumahan dengan dukungan subsidi bunga. Fasilitas tersebut meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP).
Baca Juga: REI Expo Kalbar 2026 Digelar, Beri Kemudahan Kepemilikan Rumah untuk Masyarakat
Melalui fasilitas KPR, peserta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pembiayaan untuk kepemilikan rumah tapak maupun rumah susun. Besaran KPR maksimal Rp500 juta dengan jangka waktu kredit maksimal 30 tahun, sesuai ketentuan program.
Suhuri menilai REI Expo menjadi momentum strategis karena pekerja dapat memperoleh informasi mengenai hunian sekaligus alternatif pembiayaan yang tersedia.
“Kolaborasi ini sangat penting. REI menghadirkan hunian, perbankan menyediakan pembiayaan, sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan dukungan melalui program MLT bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Dengan sinergi ini, kami berharap semakin banyak pekerja di Kalimantan Barat yang memiliki kesempatan untuk memiliki rumah,” jelasnya.
Menurutnya, akses terhadap hunian yang layak merupakan salah satu bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat program MLT dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan expo saja, tetapi dapat terus berlanjut dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja. Rumah bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya,” katanya.
Baca Juga: ISPU Pontianak Capai 193, Wali Kota Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
REI Expo Kalbar 2026 diselenggarakan oleh Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat sebagai wadah promosi dan transaksi sektor properti sekaligus mempertemukan masyarakat dengan pengembang dan lembaga pembiayaan.
Ketua REI Kalbar Bahrudin sebelumnya menyampaikan sektor perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena menggerakkan berbagai sektor, mulai dari industri bahan bangunan, pemasok material hingga jasa dan tenaga kerja. REI Kalbar menargetkan pembangunan 10 ribu unit rumah subsidi pada 2026.
REI Expo Kalbar 2026 juga menargetkan sekitar 15 ribu pengunjung dengan nilai transaksi hingga Rp100 miliar.
Bahrudin menyebutkan, dengan keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan, pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai hunian, tetapi juga memperkenalkan akses pembiayaan perumahan bagi pekerja melalui program MLT. (mse)
Editor : Hanif