Kemarau dan Kabut Asap, Umat Islam Kalbar Diajak Salat Istisqa 29 Agustus

Marsita Riandini • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:51 WIB
M Basri HAR
M Basri HAR

PONTIANAK POST - Kemarau yang berkepanjangan serta kondisi iklim dan penurunan kualitas udara yang memprihatinkan di wilayah Kalimantan Barat, umat Islam diimbau  melaksanakan salat Istisqa'  secara berjemaah yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. 

Imbauan bersama itu ditandatangani MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin, Senin (24/8).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Basri HAR mengingatkan, jemaah yang akan ikut dalam rangkaian salat ini hendaknya menggunakan masker. "Jangan lupa menggunakan masker, karena kabut asap semakin tebal," ucapnya. 

Baca Juga: Polisi Pasangkan Masker ke Lansia di Tengah Kabut Asap Pontianak

Menurut Basri, langkah ini dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya analisis dinamika atmosfer dan peringatan dini kekeringan meteorologis dari Stasiun Klimatologi Kelas II Kalimantan Barat yang mencatat defisit curah hujan ekstrem serta potensi kekeringan berkepanjangan di wilayah Kalimantan Barat.

Kemudian, pemantauan Kasus ISPA dan Dampak Kualitas Udara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang mencatat peningkatkan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang telah melampaui ambang batas tidak sehat. 

Selain itu, laporan kebencanaan harian Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mengenai eskalasi sebaran titik panas (hotspot) dan peningkatan luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengancam stabilitas ekosistem.  

"Bagi masyarakat baik itu lembaga pendidikan, pondok pesantren, MUI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang tidak bisa ikut bersama melaksanakan salat istisqa di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, agar dapat melaksanakan salat Istisqa secara mandiri di wilayahnya masing-masing," ucapnya. 

Baca Juga: ISPA Melonjak, Penjualan Masker di Pontianak Naik Tiga Kali Lipat akibat Karhutla

Selain itu, hendaknya menyempurnakan ikhtiar sebelum pelaksanaanistisqa' sesuai tuntunan sunnah Rasulullah  SAW dan petunjuk fiqh, dengan melakukan taubat nasuha, memperbanyak istighfar, memohon maaf atas kesalahan antar-sesama, serta menghentikan secara total tindakan merusak alam seperti pembakaran lahan liar. 

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk berpuasa sunnah selama tiga hari  berturut-turut menjelang hari pelaksanaan salat istisqa. Memperbanyak sedekah, menyambung tali silaturahmi, serta menyelesaikan," jelasnya. 

 Pada hari pelaksanaan shalat istisqa, pelaksanaan dipusatkan di lapangan terbuka. Jemaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana (tidak  berhias/mewah), hadir dengan rasa tunduk (tawadhu), serta mengajak anak-anak dan  keluarga.

Jika hujan lebat turun sebelum pelaksanaan salat, maka lanjut Basri salat ditiadakan namun dianjurkan agar melakukan sujud syukur.

"Ya. Kalau turun hujan lebat dan berlanjut salat istisqa' tidak dilaksanakan, dianjurkan sujud syukur," pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
Kemarau Kalbar kabut asap Kalbar salat istisqa Kalbar mui kalbar karhutla kalbar