Air Laut Masuk Kapuas, Pontianak Andalkan Waduk Penepat Kurangi Kadar Garam Air Baku PDAM

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Waduk Penepat, di Kubu Raya Kamis (27/8/2026) (ANTARA/Sucia L)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Waduk Penepat, di Kubu Raya Kamis (27/8/2026) (ANTARA/Sucia L)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengandalkan Waduk Penepat sebagai sumber cadangan air tawar setelah intrusi air laut membuat kadar garam Sungai Kapuas mencapai lebih dari 5.000 miligram per liter (mg/l).

Kondisi tersebut berdampak pada penyediaan air baku karena Sungai Kapuas menjadi salah satu sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui empat instalasi pengolahan air.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kondisi kadar garam Sungai Kapuas saat ini menjadi persoalan dalam penyediaan air baku, terutama pada musim kemarau.

“Sekarang ini Sungai Kapuas sudah terintrusi air laut. Kadar garamnya sudah sampai 5.000 ke atas miligram per liter,” kata Edi saat meninjau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Waduk Penepat di Kubu Raya, Kamis (27/8).

Baca Juga: Intake Penepat Jadi Andalan Pontianak Hadapi Kemarau, Sayang Kapasitasnya Masih Terbatas

Empat Instalasi Produksi 2.050 Liter per Detik

Edi mengatakan air dari Sungai Kapuas digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui empat instalasi pengolahan air di Kota Pontianak. Keempat instalasi tersebut berada di Imam Bonjol, Nipah Kuning, Selat Panjang, dan Pal Lima.

"Empat instalasi pengolahan air di Kota Pontianak berada di Imam Bonjol, Nipah Kuning, Selat Panjang, dan Pal Lima dengan total produksi sekitar 2.050 liter per detik dan tingkat pelayanan kepada masyarakat mencapai 90,6 persen," kata dia.

Menurut Edi, kadar garam Sungai Kapuas saat ini jauh di atas batas yang dipersyaratkan untuk kebutuhan air bersih.

Ia menyebut kadar garam maksimal 600 mg/l diperuntukkan untuk kebutuhan tertentu, sedangkan air yang masih memungkinkan untuk diminum harus berada di bawah 300 mg/l.

“Oleh sebab itu, pada saat musim kemarau sekarang kita mengandalkan Waduk Penepat ini,” ujarnya.

Waduk Penepat Disiapkan sebagai Cadangan Air Tawar

Pemerintah kini meningkatkan pemanfaatan Waduk Penepat sebagai sumber air tawar cadangan untuk mengurangi dampak intrusi air laut terhadap penyediaan air baku Pontianak.

Kepala Seksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Novizar Aldiansyah mengatakan kapasitas suplai dari Waduk Penepat tengah ditingkatkan.

“Untuk kapasitas kurang lebih 1.000 liter per detik akan kami suplai. Tapi mungkin untuk saat ini kami bisa suplai dari Penepat ini baru sekitar 500 liter per detik,” katanya.

Dengan demikian, suplai yang saat ini dapat diberikan dari Waduk Penepat baru sekitar separuh dari kapasitas yang ditargetkan.

Baca Juga: Air PDAM Pontianak Payau, Wako Edi Pertimbangkan Diskon Tarif bagi Pelanggan Rumah Tangga

Perbaikan Waduk Dianggarkan Rp16,6 Miliar

Novizar mengatakan perbaikan Waduk Penepat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan waduk dalam mendukung kebutuhan air baku Kota Pontianak.

Waduk tersebut memiliki luas 6,6 hektare. Pekerjaan perbaikan menggunakan anggaran APBN sebesar Rp16,6 miliar pada tahun ini. Perbaikan tersebut diupayakan selesai dalam waktu sekitar satu minggu.

"Sehingga cadangan air tawar tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi dampak intrusi air laut terhadap penyediaan air baku di Kota Pontianak," ujar dia.

Intrusi Air Laut Jadi Tantangan Saat Kemarau

Intrusi air laut membuat air Sungai Kapuas mengalami peningkatan kadar garam dan memengaruhi pemanfaatannya sebagai sumber air baku.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penyediaan air bersih bagi masyarakat Pontianak, khususnya ketika musim kemarau.

Pemkot Pontianak kini mengandalkan Waduk Penepat sebagai sumber air tawar cadangan, sementara kapasitas suplai waduk terus ditingkatkan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
air baku Pontianak intrusi air laut Sungai Kapuas kadar garam Sungai Kapuas Waduk Penepat PDAM Pontianak