PONTIANAK POST — Tim dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui literasi keuangan digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sungai Belidak, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) tersebut memperkenalkan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) sebagai sarana pencatatan keuangan usaha secara digital.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sungai Belidak dan diikuti 14 pelaku UMKM sektor perdagangan dari target 20 peserta. Pelatihan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik penggunaan aplikasi SIAPIK, diskusi, serta pendampingan secara langsung.
SIAPIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang dikembangkan Bank Indonesia melalui kerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Aplikasi tersebut diperkenalkan kepada peserta sebagai salah satu sarana untuk membantu UMKM melakukan pencatatan transaksi dan memperoleh informasi keuangan usaha secara lebih terstruktur.
Baca Juga: Administrasi Bisnis Polnep Perkuat Jejaring Internasional lewat PKM di Malaysia
Ketua tim pelaksana PKM, Rini Sulastri, S.E., M.Ak., mengatakan literasi keuangan bagi pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami kondisi keuangan, tetapi juga perlu didukung kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan usaha.
“Penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang memudahkan UMKM dalam menjalankan administrasi keuangan secara lebih efektif dan efisien,” ujar Rini.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi, pengenalan fitur-fitur SIAPIK, hingga praktik langsung memasukkan transaksi usaha ke dalam aplikasi. Peserta juga berdiskusi mengenai berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pencatatan keuangan sehari-hari.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi sebagian pelaku UMKM adalah belum terpisahnya keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Selain itu, pencatatan transaksi belum selalu dilakukan secara rutin sehingga pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi dan perkembangan keuangan usahanya secara akurat.
Baca Juga: Inovasi Virtual Tour 360°, Polnep Pikat Civitas Akademika Politeknik Shah Alam Malaysia
Melalui pendampingan, peserta diarahkan untuk membangun kebiasaan mencatat setiap transaksi secara konsisten. Dengan pencatatan yang lebih tertib dan sistematis, informasi keuangan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha dalam mengambil keputusan serta merencanakan pengembangan usaha.
Antusiasme peserta terlihat terutama saat sesi praktik penggunaan aplikasi. Peserta tidak hanya mengikuti tahapan penggunaan SIAPIK, tetapi juga menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka temui dalam pengelolaan keuangan usaha. Sesi tersebut menjadi ruang bagi tim pelaksana untuk memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Novi Oktafiyana selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sungai Belidak yang mewakili Kepala Desa Sungai Belidak. Kehadiran pemerintah desa menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan berbasis digital.
Tim pelaksana PKM terdiri atas Rini Sulastri, S.E., M.Ak.; Rizky Adithya, S.ST., M.Ak., CAP; Haryati, S.ST., M.Ak.; Risti Rahmaniar, S.ST., M.Ak.; Rebeca Boru Simanjuntak, S.E., M.Ak.; Triva Maria Manik, S.Tr.Ak., M.Si.; Marsiana Rika, S.ST., M.Ak.; Dr. H. Baidhillah Riyadhi, S.Ag., M.Ag.; Arianto, S.E., M.M.; serta Bob Mustafa, S.E., M.Acc., Ak., CA., CGAA.
Kegiatan juga didukung tenaga kependidikan (Tendik) Jurusan Akuntansi POLNEP, RD. Rahmad, S.Tr.T., serta Indriyani, mahasiswi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Akuntansi POLNEP berharap pelaku UMKM di Desa Sungai Belidak semakin mampu mengelola keuangan usaha secara tertib dengan memanfaatkan teknologi digital. Pencatatan yang baik diharapkan membantu pelaku usaha memantau perkembangan bisnis, mengambil keputusan secara lebih tepat, serta mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi POLNEP dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Sehingga kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program literasi keuangan digital di tingkat desa. (*)
Editor : Rafael B. Junior