Mahasiswa Baru Belajar Kritis Menyaring Informasi di Era Digital

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:37 WIB
Mahasiswa baru Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital dalam kegiatan PKKMB di Convention Center UPB Pontianak, Kamis (27/8/2026).
Mahasiswa baru Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital dalam kegiatan PKKMB di Convention Center UPB Pontianak, Kamis (27/8/2026).

 

PONTIANAK POST – Mahasiswa baru Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (27/8/2026).

Pembekalan tersebut menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik. Mereka juga diharapkan mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta menyaring informasi sebelum menerima dan menyebarkannya.

Materi disampaikan Kasubdit Bintibsos Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Kompol Anne Tria Sefyna di Convention Center UPB Pontianak.

Empat Pilar Jadi Materi Pembekalan

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa diperkenalkan kembali pada empat pilar wawasan kebangsaan. Materi mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Anne mengatakan wawasan kebangsaan perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.

“Mahasiswa bukan hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut dia, pemahaman tersebut penting agar generasi muda mampu menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh berbagai paham maupun informasi yang berpotensi memecah belah.

Kampus sebagai Ruang Belajar Toleransi

Mahasiswa juga diajak menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan kampus. Sikap toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan menjaga kerukunan menjadi bagian dari nilai yang ditekankan dalam pembekalan.

Menurut Anne, perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan bagi mahasiswa untuk terpecah.

“Perbedaan suku, agama, ras maupun golongan bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi merupakan kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kampus yang aman, damai, dan toleran.

Pembekalan tersebut menjadi salah satu bagian dari proses mahasiswa baru mengenal kehidupan perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kemampuan berinteraksi dan menghargai keberagaman.

Mahasiswa Dituntut Kritis Hadapi Arus Informasi

Selain wawasan kebangsaan, mahasiswa mendapat penekanan mengenai pentingnya literasi informasi di tengah perkembangan teknologi.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan generasi muda menghadapi arus informasi yang bergerak semakin cepat. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk belajar, tetapi juga menghadirkan risiko penyebaran informasi yang tidak benar.

Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Polda Kalbar terus mendorong kegiatan edukatif yang menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.

Literasi Digital Jadi Keterampilan Penting

Kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Mahasiswa diharapkan mampu memeriksa sumber informasi, membandingkan data, serta tidak mudah terpengaruh judul atau narasi yang belum terbukti kebenarannya.

Bambang mengajak mahasiswa menjadi pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi generasi yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong, ujaran kebencian maupun konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” katanya.

Bekal Mahasiswa Memasuki Dunia Kampus

PKKMB menjadi tahap awal mahasiswa mengenal lingkungan pendidikan tinggi. Selain beradaptasi dengan sistem pembelajaran, mahasiswa juga mulai berhadapan dengan tuntutan untuk berpikir mandiri dan kritis.

Pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital diharapkan menjadi bagian dari bekal tersebut.

Di tengah derasnya arus informasi dan keberagaman lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan mampu membangun kebiasaan berpikir berdasarkan fakta. Kemampuan itu dinilai penting agar mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga menjadi warga kampus yang toleran, kritis, dan bertanggung jawab.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
PKKMB sebagai bagian dari pengenalan kehidupan kampus kemampuan menyaring hoaks dan informasi yang belum terverifikas berpikir kritis mahasiswa baru empat pilar kebangsaan