PONTIANAK POST - Usai membagikan bantuan dan turut memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, kreator konten Ferry Irwandi bersama tim relawan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kayong Utara (KKU), Jumat (28/8).
Di KKU, Ferry dan tim mendapati kobaran api semakin mendekati permukiman warga. Kondisi diperparah keterbatasan petugas, relawan, dan sumber air karena sebagian personel masih menangani titik kebakaran lain.
“Warga panik, tidak ada relawan atau petugas, tidak ada sumber air, api semakin besar. Semua petugas dan relawan sedang mengerjakan titik api yang lain. Kita putuskan untuk turun, semua selang dan perlengkapan kita turunkan, rambat api harus cepat diputus,” ungkap Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ferry bersama tim kemudian menurunkan perlengkapan pemadaman yang dibawa. Mereka juga membeli tangki air untuk memenuhi kebutuhan pemadaman. Warga setempat, Pak Tony, membantu mengupayakan mesin pompa air. Selang dipasang dan diarahkan ke titik api untuk memutus rambatan sebelum mencapai permukiman.
Upaya tersebut berhasil mengendalikan laju api. Warga yang sebelumnya hanya mengandalkan sprayer gendong dan ember dapat melakukan pemadaman dengan bantuan mesin pompa bertekanan.
Ferry juga menyoroti kondisi petugas dan relawan yang mulai kewalahan menghadapi luasnya sebaran titik api. Personel BPBD, Manggala Agni, dan relawan harus membagi tenaga untuk menangani sejumlah lokasi. Keterbatasan personel diperparah dengan kebutuhan air dan peralatan pemadaman.
Menurut Ferry, penanganan karhutla membutuhkan dukungan personel, peralatan, pasokan air, dan koordinasi yang memadai. Di tengah keterbatasan tersebut, warga menjadi bagian penting dalam mencegah api mencapai permukiman.
Dengan bantuan mesin pompa, selang, dan pasokan air tambahan, warga berhasil memutus rambatan api di lokasi tersebut. Namun, ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Sebaran titik api yang luas membuat petugas dan relawan tetap harus berpacu dengan waktu untuk mencegah kebakaran meluas ke permukiman. (dan)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro