Yarsi Pontianak Bentuk Satgas Kesehatan untuk Petugas Pemadam Karhutla di Kubu Raya

Salman Busrah • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:20 WIB
Satgas Kesehatan Yarsi Pontianak siap melayani Petugas Pemadam Karhutla.
Satgas Kesehatan Yarsi Pontianak siap melayani Petugas Pemadam Karhutla.

PONTIANAK – Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak membentuk Satuan Tugas (Satgas) Dampak Kesehatan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas pemadam dan relawan yang setiap hari berjibaku memadamkan api dan menghadapi paparan asap di wilayah Kubu Raya dan sekitarnya.

Satgas yang melibatkan tiga unit usaha Yarsi Pontianak, yakni Rumah Sakit Yarsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yarsi, dan Akademi Farmasi (AKFAR) Yarsi, tersebut bekerja sama dengan Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya.

Posko pelayanan Satgas dipusatkan di tenda yang didirikan di depan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya, Jalan A Yani II, samping Masjid Al Fatwa. Pelayanan diberikan setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

Ketua Pengurus Yarsi Pontianak, Drs. Suhadi, S.W., M.Si., mengatakan pembentukan Satgas merupakan bentuk empati dan kepedulian Yarsi terhadap para petugas pemadam kebakaran serta masyarakat yang terdampak bencana karhutla.

“Satgas ini dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada petugas pemadam kebakaran yang tidak mengenal lelah melakukan pemadaman api di titik-titik karhutla di wilayah Kubu Raya dan sekitarnya,” kata Suhadi.

Selain petugas pemadam, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla juga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan di posko tersebut.

Antusiasme petugas pemadam untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan terlihat sejak Satgas mulai memberikan pelayanan. Dalam satu hari, lebih dari 20 petugas pemadam dan relawan mendatangi tenda Satgas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Yarsi Pontianak mengerahkan 42 personel dalam operasi kemanusiaan tersebut. Mereka terdiri atas dua dokter, tiga personel ambulans berikut sopir dari Rumah Sakit Yarsi, 21 perawat dari STIKes Yarsi, serta 16 personel dari Akademi Farmasi Yarsi.

Menurut Suhadi, keterlibatan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Yarsi membantu masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

“Kita cukup prihatin akibat kemarau panjang dan tidak adanya hujan hampir dua bulan. Kondisi ini membuat udara di Kalimantan Barat tertutupi kabut asap yang sangat mengganggu kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, pelayanan Satgas tidak hanya diarahkan kepada petugas yang berada di garis depan pemadaman, tetapi juga masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap dan dampak karhutla.

Masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan akibat bencana karhutla dapat langsung mendatangi Posko Satgas Dampak Kesehatan Bencana Karhutla Yarsi Pontianak di depan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya, Jalan A Yani II, samping Masjid Al Fatwa.

Satgas tersebut dijadwalkan memberikan pelayanan setiap hari selama kondisi karhutla dan dampak asap masih membutuhkan penanganan kesehatan di lapangan.(*/r)

Editor : Salman Busrah
kebakaran yarsi pontianak satgas Keringanan Karhutla 2026