PONTIANAK POST - Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan PT Pegadaian (Persero) menggelar “Merdeka Stunting 2026”. Sebuah gerakan bersama POGI dan Pegadaian sebagai kontribusi nyata mendukung Indonesia Emas Bebas Stunting. Gerakan dilakukan secara serentak di 36 kabupaten/kota se-Indonesia, selama bulan Agustus 2026.
Pada 29 Agustus 2026, POGI Cabang Kalimantan Barat dan PT Pegadaian Area Kalbar menggelar Merdeka Stunting di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar.
Sebanyak 31 ibu hamil menerima layanan kesehatan gratis, yaitu berupa pemeriksaan kehamilan (ANC) dan USG, edukasi ibu hamil dan konseling parenting, serta suplementasi gizi ibu hamil. Layanan kesehatan tersebut mereka terima selama 1.000 hari.
Abdul Lafaz Isnainy, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Kalbar menyampaikan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045, stunting menjadi musuh bersama. Merdeka Stunting 2026 menjadi program Pegadaian bersama POGI secara nasional di 36 titik.
Bantuan yang diterima ibu hamil hingga pasca kelahiran. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program enviromental, sosial, dan governance yang dijalankan Pegadaian selama Agustus 2026.
Menurutnya, Merdeka Stunting 2026 menjadi bagian dari support Pegadaian dalam menciptakan Generasi Emas di 2045, selain kegiatan lainnya. “Tagline kami, Mengemaskan Indonesia, sebagai kaitan dengan target generasi emas 2045,” katanya.
Dr. dr. Pinda Hutajulu, Sp.OG, Subsp. FER. M.K.M, FISOG; Ketua POGI Cabang Kalbar menyampaikan, Merdeka Stunting 2026 berkaitan dengan program Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) POGI.
“Kondisi stunting ada risiko ke bayi dan ibu, seperti risiko pendarahan dan kematian ibu. Jadi stunting bayi tidak berdiri sendiri. Kalau ibunya sehat, pasti bayinya juga sehat. Logo besarnya adalah SPRIN. Berkaitan momen hari kemerdekaan, POGI me-launching Merdeka Stunting,” jelasnya.
Para ibu hamil dari Merdeka Stunting akan terus dipantau hingga 1.000 hari, dari masa kehamilan, kelahiran, hingga pertumbuhan awal bayi. Sehingga, tidak terjadi risiko stunting bagi anak tersebut dalam pertumbuhannya. Ini sebagai dukungan dalam mencapai generasi emas Indonesia di tahun 2045.
“POGI tidak bisa berjalan sendiri. Harus bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui sarana prasarana. Termasuk dengan ikatan bidan dan perawat dan ikatan dokter anak (IDAI). Di sini, bersama Pegadaian, kita bantu para ibu hamil,” ujar disela kegiatan.
Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 80 dokter kandungan di Kalbar. POGI terus memberikan pelatihan khusus, termasuk bagaimana mencegah terjadinya stunting mulai dari sebelum hamil, masa kehamilan, hingga melahirkan.
Terpisah, Gusti Maulana, S.H. M.A.P, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kubu Raya mewakili Bupati Kubu Raya menyampaikan, pemkab mengapresiasi kegiatan Merdeka Stunting 2026. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat para ibu hamil bertambah untuk aktif memeriksakan kesehatannya di puskemas.
“Seperti disampaikan pemateri tadi. Lebih baik pencegahan dari awal, semenjak dari masa kandungan. Sehingga memudahkan kita mencegah stunting ke depan,” katanya.
Menurutnya, tim dinas kesehatan telah berkolaborasi dengan dinas lain dalam mencegah stunting, termasuk pemeriksaan melalui USG portable. Selain itu, pemkab juga memberikan edukasi bagi calon pengantin, terkait pentingnya mencegah stunting dalam mengarungi rumah tangga. (mde/ser)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro