Krisantus Dorong Pontianak International Challenge Digelar Rutin, Jadi Panggung Atlet Muda Kalbar

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:37 WIB
Salah satu pertandingan dalam ajang Polytron Pontianak International Challenge di GOR Terpadu Pontianak. (ADPIM PEMPROV)
Salah satu pertandingan dalam ajang Polytron Pontianak International Challenge di GOR Terpadu Pontianak. (ADPIM PEMPROV)

PONTIANAK POST — Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan mendorong kejuaraan bulutangkis bertaraf internasional di Pontianak digelar secara berkelanjutan. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan internasional dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran bagi atlet muda Kalbar sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri Closing Ceremony Polytron Pontianak International Challenge di GOR Terpadu Pontianak, Minggu (30/8/2026).

Menurut Krisantus, kehadiran atlet dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi atlet muda Kalbar untuk melihat langsung level permainan internasional dan mendapatkan pengalaman dari para pemain yang lebih berpengalaman.

Baca Juga: Krisantus Minta Karateka Inkanas Kalbar Tingkatkan Teknik, Disiplin, dan Prestasi

“Ke depan kita ingin event seperti ini rutin digelar, agar atlet-atlet muda Kalbar memiliki panggung untuk belajar dan mendapatkan pengalaman bertanding dari atlet-atlet dunia. Mari kita jadikan olahraga sebagai perekat persatuan sekaligus penggerak ekonomi daerah,” ujar Krisantus.

Ia menilai penyelenggaraan turnamen internasional di Pontianak menunjukkan Kalbar memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala global. Polytron Pontianak International Challenge merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge. Turnamen tersebut terselenggara melalui kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalbar.

Krisantus mengatakan, dampak penyelenggaraan event internasional tidak hanya dirasakan dari sisi olahraga. Mobilitas atlet, ofisial, penonton, dan pihak pendukung turnamen turut mendorong aktivitas ekonomi, terutama sektor perhotelan, UMKM, transportasi, kuliner, dan pariwisata.

“Dengan adanya event ini, hotel, UMKM, dan sektor pariwisata di Pontianak juga ikut bergerak. Jadi manfaatnya tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Sukses Jadi Tuan Rumah Event Bulu Tangkis Dunia, Wako Pontianak: Jadi Motivasi Atlet Lokal

Karena itu, Pemprov Kalbar menyatakan akan terus mendorong pengembangan olahraga prestasi dan terciptanya ekosistem pembinaan atlet yang lebih baik. Menurutnya, semakin banyak kompetisi berkualitas yang digelar di daerah, semakin besar pula kesempatan atlet lokal memperoleh pengalaman bertanding.

Polytron Pontianak International Challenge diikuti atlet dari berbagai negara, di antaranya Chinese Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak dalam turnamen tersebut, disusul India, Chinese Taipei, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Kehadiran para atlet dari berbagai negara membuat persaingan berlangsung kompetitif sekaligus memberikan pengalaman bagi atlet Indonesia untuk berhadapan dengan pemain dari berbagai latar belakang dan gaya permainan.

Krisantus mengapresiasi PP PBSI, Pengprov PBSI Kalbar, panitia, serta pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap keberhasilan Pontianak menjadi tuan rumah dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan lebih banyak event olahraga berskala nasional maupun internasional di Kalbar.

“Ini membuktikan bahwa Pontianak dan Kalbar mampu menjadi tuan rumah event olahraga bertaraf internasional,” ujarnya. (mse)

Editor : Hanif
olahraga Pontianak Bulutangkis Kalbar Pontianak International Challenge Atlet Muda Kalbar Krisantus Kurniawan