Air Bersih Mulai Jadi Masalah di Pontianak, DPRD Minta Pemerintah Berger

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:18 WIB
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)

PONTIANAK POST - Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah juga perlu menjadi perhatian, sementara potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) turut dikhawatirkan.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dan meningkatkan kepedulian di tengah kondisi lingkungan yang kurang baik tersebut.

Menurutnya, persoalan kabut asap dan keterbatasan air bersih tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan.

Baca Juga: Warga Kayong Utara Kesulitan Air Bersih, Program ABSAH Didorong Segera Diusulkan ke Kementerian

“Kita harus saling menguatkan. Pemerintah bekerja, masyarakat juga ikut menjaga. Dalam kondisi seperti sekarang, semangatnya adalah warga jaga warga,” ujar Satarudin, Senin (31/8).

Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Satarudin juga mendorong pemerintah melalui instansi terkait untuk bergerak cepat melakukan langkah antisipasi terhadap potensi meningkatnya kasus ISPA. Pemantauan kondisi udara dan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara intensif agar penanganan dapat segera diberikan apabila terjadi peningkatan kasus.

“Kalau kualitas udara memburuk, kita harus mengantisipasi kemungkinan kasus ISPA meningkat. Jangan menunggu sampai rumah sakit penuh. Dinas kesehatan dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus siap,” katanya.

Baca Juga: Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Tiga Kecamatan Catat Angka Tertinggi

Selain persoalan kesehatan, Satarudin menyoroti ketersediaan air bersih yang mulai menjadi tantangan di tengah minimnya curah hujan. Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih, terutama bagi wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.

“Air bersih juga menjadi kebutuhan dasar. Pemerintah harus memastikan distribusinya, sementara masyarakat juga harus bijak menggunakan air. Kita saling membantu agar tidak ada warga yang kesulitan,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi kabut asap dan minimnya air bersih membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas hingga organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Satarudin berharap semangat warga jaga warga dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, membantu warga yang membutuhkan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, serta menjaga lingkungan.

“Ini bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi persoalan kita bersama. Kalau pemerintah dan masyarakat berkolaborasi, insyaallah kondisi sulit seperti ini bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya.(iza)

 

Editor : Hanif
Kemarau Kalbar kabut asap Pontianak ISPA Pontianak air bersih Pontianak dprd pontianak