Perhiptani Kalbar Dorong Petani Olah Lahan Tanpa Bakar untuk Cegah Karhutla

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:48 WIB
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kalimantan Barat, Jainal Abidin
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kalimantan Barat, Jainal Abidin

PONTIANAK POST - Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kalimantan Barat menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kalimantan Barat, Jainal Abidin mengatakan salah satunya upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong pengolahan lahan dengan cara selain membakar.

”Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan terus mempromosikan pengolahan lahan tanpa bakar dalam kegiatan usaha tani masyarakat,” jelas Jainal di Pendopo Gubernur Kalbar usai acara pelantikan pengurus DPW Perhiptani, Senin (31/8).

Baca Juga: DPW PAN Kalbar Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba Kebersamaan

Ia menilai kondisi karhutla saat ini, yang mana api tidak hanya muncul dari aktivitas usaha tani, tapi banyak faktor lain yang memicu munculnya api sehingga menyebabkan terjadi kebakaran besar.

”Kemarau berkepanjangan, banyak lahan menjadi kering dan mudah terbakar, apalagi pada lahan gambut, tentunya kondisi ini semakin menambah parahnya karhutla saat ini,” ucapnya.

Dalam usaha tani, budaya yang sudah turun temurun dalam teknik budidaya yang dilakukan masyarakat dengan membakar lahan tentunya harus dihormati. Namun dari sisi penyuluhan, kata dia, hal ini menjadi tantangan, yang mana sebuah usaha kecil dengan mengajak masyarakat bertani tanpa bakar bakal berkontribusi pada upaya pengurangan sumber asap dan karhutla.

”Banyak upaya yang bisa dilakukan agar lahan bisa produktif secara terus menerus, salah satunya penggunaan bahan organik dan secara pengetahuan penyuluh punya kemampuan untuk mengoptimalkan lahan tanpa harus membakar,” jelasnya.

Baca Juga: PT PANP dan PT SAM Dorong Desa Mandiri Peduli Gambut untuk Cegah Karhutla di Sambas

Menurutnya, pengolahan lahan ramah lingkungan yang telah terbukti dapat berjalan secara efektif. Ia pun mencontohkan pengolahan lahan minimal tanpa bakar serta pemanfaatan bahan organik spesifik lokasi untuk menjaga kesuburan tanah.

Ia meyakini melalui sinergi antara Perhiptani, pemerintah daerah, dan para petani, pengolahan lahan tanpa bakar dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi karhutla di Kalbar.

“Hal ini sekaligus mewujudkan sektor pertanian yang lebih maju, modern, mandiri, dan berdaya saing,” tukasnya

Ia menambahkan bahwa tantangan pertanian hari ini semakin kompleks. Beberapa tantangan tersebut diantaranya kata dia perubahan iklim, perkembangan teknologi, keterbatasan akses informasi, perubahan pasar, hingga kebutuhan regenerasi petani.

“Dengan luasnya wilayah Kalbar tentunya sangat memerlukan kekuatan kinerja penyuluh dalam mendampingi petani,” ujarnya. (sti)

 

Editor : Hanif
Perhiptani Kalbar Lahan Tanpa Bakar Pencegahan Karhutla. Pertanian Kalbar karhutla