PONTIANAK POST - Perumda Tirta Khatulistiwa menambah titik pengambilan air tawar gratis bagi warga Pontianak. Selain di Booster Perum III, Pontianak Timur, warga kini dapat mengambil air di Booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga mulai pukul 06.00 hingga 22.00.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan penyediaan air tawar gratis dilakukan untuk membantu warga di tengah terganggunya kualitas air baku akibat musim kemarau dan intrusi air asin, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut," ujarnya, dikutip Selasa (1/9/2026).
Edi juga meminta PDAM menyuplai air tawar ke titik-titik masyarakat yang membutuhkan. Namun, distribusi menggunakan mobil tangki masih menghadapi kendala karena keterbatasan armada.
Untuk memperkuat distribusi, Pemkot Pontianak melibatkan berbagai pihak. Bantuan mobil tangki berasal dari PMI, pemadam kebakaran, dan kepolisian, serta kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon air.
Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan air tawar agar warga tidak lagi menggunakan air galon untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus. Edi memahami kebutuhan air meningkat dalam beberapa hari terakhir, termasuk adanya antrean pembelian air galon di sejumlah tempat.
“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” katanya.
Baca Juga: Air Laut Masuk Kapuas, Pontianak Andalkan Waduk Penepat Kurangi Kadar Garam Air Baku PDAM
Air Gratis Bisa Diambil Menggunakan Jeriken
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan masyarakat dapat mengambil air menggunakan jeriken atau wadah masing-masing. Perumda telah menyiapkan keran pengambilan air dan layanan tersebut sudah berjalan sejak Rabu lalu.
Abdullah memastikan layanan air bersih tersebut tidak dipungut biaya. Menurut dia, kualitas air yang disediakan dapat digunakan untuk konsumsi, tetapi masyarakat tetap diimbau memasaknya terlebih dahulu sebelum diminum.
“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk kapasitas, Abdullah menjelaskan stok air di Perumnas III saat ini sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso.
Sementara itu, kapasitas untuk Imam Bonjol akan menyesuaikan kondisi distribusi air baku dari Penepat.
Abdullah memastikan penyediaan titik pengambilan air bersih gratis tidak mengganggu operasional rutin layanan perpipaan kepada pelanggan. Seluruh instalasi tetap dioperasikan maksimal, terutama ketika kadar air baku mulai menurun.
“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.
Baca Juga: Musim Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air, PDAM Tirta Khatulistiwa Kirim Bantuan ke Batu Layang
Kadar Garam Air Baku di Sungai Kapuas Menurun
Saat ini, kualitas air baku di Sungai Kapuas mulai menunjukkan penurunan kadar garam hingga di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi serupa juga terjadi di Parit Mayor sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.
Pekan lalu, intrusi air laut membuat kadar garam Sungai Kapuas sempat mencapai lebih dari 5.000 miligram per liter.
Terkait penyaluran air bersih, Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari dinas, kecamatan, kelurahan, hingga unsur lain yang membantu distribusi kepada masyarakat.
“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dinas, kecamatan, maupun kelurahan,” ujarnya.
Perumda akan terus mengevaluasi stok air tawar dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika diperlukan, titik pengambilan air dapat ditambah menyesuaikan permintaan warga dan dikoordinasikan dengan lurah setempat.
Selain melayani masyarakat umum, Perumda Tirta Khatulistiwa juga memprioritaskan suplai air bersih untuk fasilitas kesehatan, di antaranya rumah sakit yang melayani pasien cuci darah.
“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” pungkasnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Pemkot Pontianak