Warga Pontianak Terbantu Air Tawar Gratis yang Disediakan PDAM

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 22:51 WIB
Warga memanfaatkan titik air tawar gratis yang disediakan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. (Pemkot Pontianak)
Warga memanfaatkan titik air tawar gratis yang disediakan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST - Warga Pontianak memanfaatkan layanan air tawar gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa di tengah kondisi air baku yang mengalami fluktuasi kadar garam. Air tersebut digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga, terutama memasak dan mencuci.

Heri, warga Siantan, Pontianak Utara, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Ia sudah beberapa kali mengisi galon kosongnya di titik layanan Booster Perumnas III, Pontianak Timur.

“Bagus untuk keluarga dan masyarakat. Sekarang di Pontianak ini kendalanya air asin. Dengan bantuan ini bisa membantu masyarakat,” katanya, Senin (31/8/2026) malam.

Menurut Heri, air yang diambil digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama memasak dan mencuci. Keberadaan titik air tawar itu dinilainya membantu warga yang kesulitan mendapatkan air dengan kualitas lebih baik.

Warga lainnya, Ari, juga memanfaatkan layanan air tawar di Booster Wonoyoso, Pontianak Selatan. Ia mengatakan depot-depot pengisian air selalu antre dalam beberapa hari terakhir.

Air yang diambil Ari digunakan untuk keperluan mencuci dan konsumsi.

“Semoga cepat hujan, dan ada truk-truk tangki PDAM yang didistribusikan ke warga,” tutupnya. 

Baca Juga: Perumda Tirta Khatulistiwa Tambah Titik Air Tawar Gratis di Pontianak, Layanan hingga Pukul 22.00

Titik Air Tawar Disiapkan untuk Warga

Untuk membantu kebutuhan warga, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyediakan layanan air bersih tanpa dipungut biaya. Masyarakat dapat mengambil air menggunakan jeriken atau wadah masing-masing di keran-keran yang telah disiapkan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan layanan tersebut sudah berjalan sejak Rabu (26/8) pekan lalu.

“Layanan air bersih tidak dipungut biaya. Kualitas air yang disediakan dapat digunakan untuk konsumsi. Namun, masyarakat tetap diimbau memasak air terlebih dahulu sebelum diminum,” ujar Abdullah di Pontianak, Selasa (1/9).

Abdullah menjelaskan stok air di Perumnas III saat ini sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso, sedangkan kapasitas di Imam Bonjol menyesuaikan kondisi distribusi air baku dari Penepat.

“Stok kita di Perumnas III kurang lebih 500 kubik. Di Wonoyoso hampir sama, sekitar 500 kubik. Untuk Imam Bonjol kondisional,” katanya.

Menurut Abdullah, penyediaan titik pengambilan air bersih gratis tidak mengganggu operasional rutin layanan perpipaan kepada pelanggan.

“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.

Ia menyebut kualitas air baku di Sungai Kapuas mulai menunjukkan penurunan kadar garam hingga di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi tersebut juga terjadi di Parit Mayor sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.

Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus mengevaluasi stok air tawar dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika diperlukan, titik pengambilan air dapat ditambah menyesuaikan permintaan warga.

Selain untuk masyarakat umum, Perumda juga memprioritaskan suplai air bersih untuk fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit yang melayani pasien cuci darah.

“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” katanya.

Baca Juga: Musim Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air, PDAM Tirta Khatulistiwa Kirim Bantuan ke Batu Layang

Pemkot Siapkan Distribusi Air ke Wilayah Lain

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung layanan air tawar di Booster Perumnas III, Senin (31/8) malam.

Edi mengatakan Pemkot Pontianak bersama PDAM juga sedang memperbaiki pipa bocor agar produksi air tawar dapat lebih optimal. Jika perbaikan selesai, sumber tersebut ditargetkan mampu memproduksi air tawar hingga 100 liter per detik dengan kadar garam di bawah 100 miligram per liter.

“Kita juga sedang memperbaiki pipa yang bocor. Nanti itu akan memproduksi air tawar 100 liter per detik dan menjadi sumber air tawar dengan kadar garam di bawah 100 miligram per liter,” jelasnya.

Menurut Edi, produksi air PDAM tetap berjalan meski kadar garam pada air baku mengalami fluktuasi. Air yang diproduksi tetap disalurkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci, sementara layanan air tawar disiapkan khusus untuk membantu kebutuhan konsumsi warga.

“Sebenarnya produksi air PDAM tetap terus berjalan. Fluktuasi kadar garam ini di antara seribu sampai di bawah seribu. Kita tetap produksi untuk cuci dan mandi,” katanya.

Untuk air tawar yang disediakan di titik layanan, Edi mengatakan kualitasnya sudah diuji. Air tersebut layak dimanfaatkan masyarakat, namun tetap dianjurkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Ini harus dimasak, tapi yang jelas airnya tawar dan layak. Sudah dites dan diuji di laboratorium,” ujarnya.

Selain di Perumnas III, titik air tawar juga tersedia di kawasan Booster Wonoyoso dan Imam Bonjol. Untuk wilayah yang belum memiliki titik layanan, distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki.

Pemkot Pontianak juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendukung pendistribusian air tawar. Edi meminta warga mengambil air secara wajar sesuai kebutuhan dan tidak memperjualbelikannya.

“Yang jelas untuk konsumsi sendiri, bukan untuk dijual,” pesannya.

Pemkot Pontianak bersama PDAM akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan distribusi sesuai kebutuhan warga.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak, Antara
air tawar gratis Pontianak air bersih gratis Pontianak air baku asin Pontianak Warga Pontianak