PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin bergerak cepat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau dan fenomena el nino.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan kepada masyarakat di enam kecamatan di Kota Pontianak yang terdampak kondisi kekeringan dan mulai mengalami keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Satarudin mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan akses air bersih. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kemarau berlangsung cukup panjang.
Baca Juga: Norsan Salurkan Air Bersih di Kubu Raya, Ancam Cabut Izin Empat Perusahaan Terkait Karhutla
"Kita bergerak cepat karena air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan air, kita harus hadir dan membantu. Pemberian air bersih ini sudah dua tiga hari ini kita lakukan," ujar Satarudin, Selasa (1/9) kemarin.
Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
Satarudin juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau. Menurutnya, kondisi seperti ini membutuhkan kolaborasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.
"Kita tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin sulit. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus saling membantu dan berkolaborasi," katanya.
Baca Juga: Air Bersih Mulai Jadi Masalah di Pontianak, DPRD Minta Pemerintah Berger
Selain membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, Satarudin mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia juga meminta pemerintah kota terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air dan menyiapkan langkah antisipasi.
"Kita berharap kondisi ini segera membaik. Namun selama kemarau masih berlangsung, distribusi air bersih harus terus menjadi perhatian," katanya.
Langkah cepat tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat di enam kecamatan yang terdampak tetap memperoleh akses air bersih, sekaligus memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi dampak perubahan kondisi cuaca.(iza)
Editor : Hanif