PONTIANAK POST - Kapolda Kalbar, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar mengecek kesiapan sumur bor, dan sarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Bengkayang, Selasa (1/9).
Pengecekan dilakukan di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Kapolda bersama PJU Polda Kalbar, dan instansi terkait meninjau kondisi serta kesiapan sumur bor yang disiapkan untuk mendukung penanggulangan karhutla.
Dari hasil pengecekan di lokasi, sumber air dapat diperoleh pada kedalaman sekitar 22 hingga 30 meter. Kesiapan sumber air tersebut menjadi bagian dari sarana pendukung dalam penanganan karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.
Baca Juga: Lama Tak Hujan di Sanggau: Pemkab Siapkan Sumur Bor, Warga Diimbau Stop Bakar Lahan
Kapolda juga menyerahkan kaos kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Dia mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi cuaca, terutama ketika terjadi kekeringan, dan angin kencang yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Masyarakat juga diminta mematuhi ketentuan dalam pembukaan lahan serta melaporkan kegiatan tersebut kepada perangkat daerah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah pembakaran yang tidak terkendali.
Selanjutnya, Kapolda meninjau Posko Karhutla, Posko Kesehatan, dan Posko Terpadu Karhutla di Polsek Sungai Raya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana, dan prasarana dalam penanganan karhutla.
Sebelumnya di hari yang sama, Kapolda juga sempat berkunjung ke wilayah hukum Polres Mempawah. Di sana, Kapolda bersama PJU Polda Kalbar, dan instansi terkait mengecek langsung titik hotspot di RT 004/RW 001 Dusun Semayar, Desa Sungai Kunyit Hulu.
Baca Juga: 2.164 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Kualitas Udara Sungai Raya Capai Level Berbahaya
Dalam penanganan Karhutla di wilayah tersebut, BPBD Kabupaten Mempawah melaksanakan patroli selama tiga shift dengan dukungan dua unit kendaraan pemadam serta melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kapolres Mempawah menyampaikan, proses pemadaman menghadapi kendala karena karakteristik lahan gambut dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter. Pada bagian tertentu, kedalaman gambut bahkan mencapai sembilan meter. Penanganan juga didukung 30 personel Brimob, masyarakat setempat, serta Dinas Kesehatan yang disiagakan di lokasi.
Kapolda menekankan kepada personel, dan masyarakat agar terus memberikan edukasi serta imbauan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dia juga meminta penyelidikan secara intensif terhadap kejadian karhutla yang berada di wilayah korporasi.(bar/r)
Editor : Hanif