Api Dekati Sekunder C-Rasau Jaya, Norsan Instruksikan Perkuat Pemadaman Karhutla

Meidy Khadafi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:02 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan turun langsung menyemprot titik api di Sekunder C Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (2/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Gubernur Kalbar Ria Norsan turun langsung menyemprot titik api di Sekunder C Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (2/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

‎PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit karena api berpotensi menyebar di bawah permukaan tanah.

‎‎Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung lokasi karhutla tersebut pada Rabu (2/9). Saat kunjungan, proses pemadaman telah dilakukan petugas gabungan selama dua hari. Norsan mengatakan luasnya kawasan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih ekstra untuk memastikan api benar-benar terkendali.

‎”Hari ini kita lihat di Sekunder C ini kebakaran gambut. Cukup luas lahan gambut di sini sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari petugas melakukan pemadaman di lokasi ini,” kata Norsan.

Baca Juga: 7.569 Titik Panas Mengepung Kalbar: Ketapang Terbanyak, Kabut Asap Pangkas Jarak Pandang

‎‎Selain mengancam lingkungan, Norsan menilai karhutla juga dapat memberikan dampak luas terhadap masyarakat. Asap yang ditimbulkan berpotensi mengganggu kesehatan hingga aktivitas penerbangan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan Bandara Supadio.

‎‎Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya selama musim kemarau. “Saya mengimbau baik untuk pertanian maupun perkebunan, supaya tidak membakar lahan saat ini. Kasihan, gara-gara satu orang membakar, yang menjadi korban ribuan karena terkena asap. Penerbangan juga bisa terganggu karena lokasi ini tidak jauh dari bandara,” ujarnya.

‎Berdasarkan informasi petugas di lapangan, kebakaran diduga berasal dari kawasan Sekunder B dan kemudian merambat ke Sekunder C hingga mendekati area kebun masyarakat. “Menurut petugas pemadam, api berasal dari Sekunder B dan kemudian merambat ke sini,” ujar Norsan.

‎‎Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalbar, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga masyarakat. Norsan menegaskan sinergi seluruh unsur diperlukan untuk mencegah api meluas, sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah kondisi kemarau.

Baca Juga: Kajian CELIOS Ungkap Karhutla Gerus Ekonomi Kalbar Hingga Rp5,7 Triliun

‎‎Ia kembali mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting agar dampak karhutla tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
ria norsan karhutla kalbar bandara internasional supadio titik api kubu raya