Kasus ISPA Kalbar Tembus 54 Ribu, Pemprov Siapkan 63 Rumah Oksigen dan Puskesmas 24 Jam

Meidy Khadafi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:13 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meninjau lokasi karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meninjau lokasi karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

‎PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat layanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ‎Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan dukungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla.

‎Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah dukungan, termasuk oksigen konsentrat dan oksigen portabel yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

‎”Kita terus koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Sekarang sudah ada oksigen portabel yang bisa dibawa dan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Norsan saat meninjau lokasi karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9).

Baca Juga: Kemarau Perparah Krisis Air di Sekunder C, Gubernur Kalbar Salurkan Air Bersih ke Warga

‎‎Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna mengatakan, penguatan layanan kesehatan dilakukan seiring dengan adanya laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah. Hingga minggu ke-34 tahun 2026, tercatat sebanyak 54.200 kasus ISPA yang dilaporkan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalbar. Angka tersebut merupakan akumulasi laporan sejak minggu ke-26.

‎”Kalau kasus ISPA mulai dari minggu ke-26 sampai minggu ke-34 ini ada 54.200 yang sudah terlaporkan se-Kalbar,” ujar Erna.

‎‎Meski demikian, Erna menegaskan sebagian besar masyarakat yang mengalami ISPA telah mendapatkan penanganan dan dinyatakan sembuh. “Sebagian besar sudah sembuh. Itu merupakan angka yang terlaporkan,” katanya.

‎‎Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Dinas Kesehatan Kalbar telah memetakan 63 lokasi yang dipersiapkan sebagai rumah oksigen. Dari jumlah tersebut, 33 rumah oksigen telah disiapkan dan beberapa di antaranya sudah beroperasi.

Baca Juga: Api Dekati Sekunder C-Rasau Jaya, Norsan Instruksikan Perkuat Pemadaman Karhutla

‎‎Rumah oksigen tersebut berada di sejumlah daerah yang memiliki tingkat paparan asap cukup tinggi, seperti Ketapang, Kota Pontianak, Melawi, dan Kapuas Hulu. ‎Selain itu, seluruh puskesmas di Kalbar diwajibkan memberikan pelayanan selama 24 jam untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat segera memperoleh penanganan.

‎”Seluruh puskesmas wajib aktif 24 jam untuk penanganan pasien yang datang dengan keluhan ISPA,” tegas Erna.

‎Pemprov Kalbar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
puskesmas 24 jam ria norsan ispa karhutla kalbar Rumah Oksigen