Ketapang-Kalbar Dilanda Hari Tanpa Hujan Hingga 63 Hari, BMKG Ingatkan Kekeringan Ekstrem

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:18 WIB
Ilustrasi el nino memicu kekeringan di sejumlah wilayah. (DOK PONTIANAK POST)
Ilustrasi el nino memicu kekeringan di sejumlah wilayah. (DOK PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Hari tanpa hujan berturut-turut terpanjang di Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 63 hari. Kondisi ekstrem panjang tersebut terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat, Fanni Aditya, mengatakan curah hujan di seluruh wilayah Kalbar pada Dasarian I atau periode 1–10 September 2026 masih diprediksi berada dalam kategori rendah. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kekeringan meteorologis serta munculnya titik-titik panas.

Berdasarkan monitoring hingga 31 Agustus 2026, curah hujan di Kalbar secara umum berkisar 0–50 milimeter per dasarian atau berada dalam kategori rendah. Sementara sifat hujan berada di bawah normal. 

Baca Juga: BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla di Kalbar: Ketapang 42 Hari Tanpa Hujan!

“Curah hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, dengan kategori menengah,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).

BMKG juga mencatat hari tanpa hujan berturut-turut di sebagian besar wilayah Kalbar telah mencapai kategori menengah atau selama 11–20 hari. Adapun hari tanpa hujan terpanjang mencapai 63 hari dan masuk kategori ekstrem panjang, yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang, yakni Nanga Tayap, Delta Pawan, Sandai, Matan Hilir Selatan, dan Muara Pawan.

Menurut Fanni, kondisi tersebut sejalan dengan dinamika atmosfer yang masih dipengaruhi El Nino. BMKG memprediksi fenomena tersebut akan bertahan hingga awal 2027. Puncak musim kemarau di Kalbar sendiri telah terjadi pada Juli di sebagian wilayah Bengkayang, Sambas, dan Kapuas Hulu, kemudian meluas ke sebagian besar wilayah Kalbar pada Agustus. Sementara pada September, puncak musim kemarau diprediksi terjadi di Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, dan Melawi.

Untuk Dasarian I September, seluruh wilayah Kalbar diprakirakan mengalami curah hujan rendah. BMKG secara khusus mengingatkan adanya potensi kekeringan meteorologis di Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, dan Melawi.

Baca Juga: Diprediksi 6 Pekan Tanpa Hujan dan Hotspot Melonjak, Wagub Kalbar Minta Seluruh Daerah Siaga

“Wilayah Kalimantan Barat secara umum masih berpotensi mengalami curah hujan kategori rendah, sehingga perlu diwaspadai potensi kekeringan dan munculnya titik panas.,” pungkasnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
hari tanpa hujan kekeringan bmkg el nino ketapang