PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak memastikan pasokan air untuk kebutuhan layanan kesehatan, terutama rumah sakit yang melayani pasien cuci darah, tetap terjaga di tengah krisis air baku akibat kemarau ekstrem. Di saat yang sama, masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih mendapat alternatif melalui posko air gratis yang beroperasi 24 jam di Jalan Gajah Mada.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengoptimalkan teknologi reverse osmosis (RO) untuk menghasilkan air dengan kadar garam lebih rendah. Teknologi tersebut mampu menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter, jauh di bawah ambang batas 250 miligram per liter.
“Sampai saat ini, dengan teknologi yang dimiliki PDAM, kapasitas RO kita bisa menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Ambang batasnya di 250 miligram per liter,” ujar Edi saat meninjau booster di Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9).
Baca Juga: HFX Group, Vois Fire Fighter dan Pontianak Post Bagikan Air Bersih dan Masker
Edi menjelaskan, air hasil pengolahan RO tersebut sudah dapat dikonsumsi. Namun, kapasitas produksinya masih terbatas sekitar 25.920 meter kubik per hari sehingga penggunaannya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah sakit, terutama fasilitas kesehatan yang melayani proses cuci darah.
“Fokus kita adalah bagaimana output dari teknologi ini dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit yang melayani proses cuci darah di Kota Pontianak,” katanya.
Untuk kebutuhan masyarakat, Pemkot Pontianak bersama Perumda Tirta Khatulistiwa masih mencari sumber tambahan air tawar. Salah satunya melalui pengambilan air dari Waduk Penepat yang masih menghadapi kendala teknis di kawasan Kuala Mandor.
Meski kondisi air baku belum normal, distribusi air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) tetap berjalan. Pemerintah juga mengoptimalkan sejumlah titik layanan, mobil tangki, serta sumber air tawar yang masih tersedia.
Baca Juga: PNM Bangun MCK Umum di Desa Wisata Nyarumkop, Perkuat Akses Sanitasi Layak Bagi Masyarakat Setempat
“Kita terus upayakan agar tambahan pasokan air tawar bisa terpenuhi secara kontinu dalam situasi seperti sekarang,” kata Edi.
Di tengah persoalan tersebut, masyarakat juga memperoleh bantuan langsung melalui Posko Air Bersih di Jalan Gajah Mada, tepat di samping Bank BRI. Posko yang diinisiasi Bala Komando bersama Kesultanan Kadariah Pontianak, Ambulan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Bala Komando, serta Aliansi Masyarakat Melayu Kalimantan Barat itu melayani warga selama 24 jam.
Perwakilan Kesultanan Kadariah Pontianak, Syarif Muhammad Rahman, mengatakan pihaknya menyediakan sekitar delapan ton air siap minum setiap hari secara gratis. Posko tersebut akan terus beroperasi hingga kondisi cuaca dan ketersediaan air membaik.
Baca Juga: Bahu-Membahu Padamkan Karhutla, Warga Selimbau-Kapuas Hulu Dapat Bantuan dari Kapolres
“Air yang dibagikan merupakan air siap minum bagi masyarakat yang sedang kesulitan menghadapi kondisi cuaca kemarau ekstrem. Minimnya hujan membuat ketersediaan air bersih di rumah-rumah warga mulai terbatas,” ujarnya.
Warga yang datang diperbolehkan mengisi maksimal dua galon setiap hari selama persediaan masih tersedia. Layanan tersebut juga tidak mensyaratkan warga membawa KTP maupun kartu keluarga.
“Masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, seperti Kabupaten Kubu Raya, yang memerlukan air siap minum silakan datang ke posko. Tidak perlu membawa KTP atau kartu keluarga,” kata Syarif.
Menurut Syarif, air yang disalurkan telah melalui proses penyaringan dan dapat langsung diminum. Pasokan tersebut didatangkan dari wilayah Kabupaten Mempawah dan akan terus disiapkan selama debit air di kawasan pegunungan masih mencukupi.
Keberadaan posko itu mulai dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Hanisa, warga Jalan Veteran, mengaku terbantu karena persediaan air hujan yang selama ini digunakan di rumahnya telah habis setelah hampir sebulan tidak turun hujan.
“Sudah hampir sebulan terakhir tidak ada hujan sehingga stok air bersih di tong penyimpanan turut kering. Ditambah kondisi air leding yang sekarang sudah asin,” ungkapnya.
Syarif berharap semakin banyak pihak ikut membuka posko serupa atau menyalurkan bantuan air bersih. Menurutnya, keterbatasan dana dan sumber daya manusia membuat pihaknya baru mampu mengoperasikan satu posko di Jalan Gajah Mada.
“Untuk saat ini, dari pihak kami hanya bisa membuka satu posko air bersih di Jalan Gajah Mada karena keterbatasan dana dan sumber daya manusia,” pungkasnya. (iza/yad)
Editor : Hanif