PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar- Stasiun Meteorologi Supadio memprakirakan adanya potensi hujan tidak merata di sebagian wilayah Kalbar pada 3 hingga 9 September 2026.
Secara umum, pada periode tersebut angin bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dan membawa massa udara kering, yang menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat sehingga wilayah Kalimantan Barat diperkirakan dominan berawan. Namun, di beberapa wilayah berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Pada 5 hingga 6 September 2026 hujan berpotensi terjadi Kapuas Hulu, kemudian pada 7 hingga 9 September 2026 berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Sekadau, Sintang.
Baca Juga: Ketapang-Kalbar Dilanda Hari Tanpa Hujan Hingga 63 Hari, BMKG Ingatkan Kekeringan Ekstrem
Reny, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Supadio mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap meningkatnya suhu udara. Sebab, satu pekan ke depan masih dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. "Waspada terhadap meningkatnya suhu udara yang dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalbar," ujarnya Kamis (3/9).
Ia mengatakan, untuk Jumat (4/9) diprakirakan kondisi cuaca di Kalbar cerah berawan disertai kekaburan udara akibat asap. "Kami perkirakan sebagian besar wilayah Kalbar masih dominan udara kabur. Namun, di beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan ringan yang tidak merata,"jelasnya.
BMKG Kalbar mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun dengan kemarau terkuat setidaknya dalam 50 tahun terakhir di sekitar wilayah Kubu Raya. Wilayah Ketapang secara berturut-turut sudah 64 hari tidak terjadi hujan, dan Kubu Raya selama 56 hari.
Sebagai perbandingan, El Nino sangat kuat tahun 1997 sehingga terjadi kemarau panjang. Pada tahun itu, tercatat hari tidak hujan terpanjangnya selama 47 hari. El Nino pada tahun 2015 juga berada dalam kategori sangat kuat, namun masih terdapat hujan di Supadio setiap bulannya. Hari tanpa hujan terpanjangnya hanya 10 hari.
Baca Juga: BMKG Maritim Waspadai Jarak Pandang Pesisir Kalbar, Ketapang Bisa di Bawah 1 Kilometer
Kemudian, berdasarkan data di Stasiun Supadio tahun 2025 bulan Agustus, curah hujan berada dalam kategori sangat tinggi 530 mm/bulan dengan 19 hari hujan. Namun, tahun 2026 sampai dengan Kamis (3/9) di Supadio tercatat sudah 57 hari tidak hujan.
BMKG Kalbar juga menjelaskan bahwa meski El Nino masih berpotensi berlanjut tahun 2027, namun curah hujan di Kalbar akan mulai normal lagi di bulan Oktober 2026 nanti. Kemungkinan mulai terjadi pada pertengahan bulan. Bahkan diperkirakan, November hingga Januari 2027, curah hujan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilakukan sejak bulan Agustus 2026, namun terkendala belum adanya bibit awan penghujan. Meski demikian, kegiatan OMC masih akan berlanjut untuk mengatasi kondisi cuaca saat ini. (mrd)
Editor : Miftahul Khair