Mukti Plantation Salurkan Bantuan Karhutla, Turunkan Tim Padamkan Api

Salman Busrah • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:58 WIB
Mukti Plantation menyerahkan bantuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Mukti Plantation menyerahkan bantuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
 

PONTIANAK – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera ditunjukkan Mukti Plantation. Grup perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut menyalurkan bantuan sembako sekaligus mengerahkan personel bersama TNI, Polri dan masyarakat untuk mencegah api meluas ke kawasan perkebunan maupun permukiman warga.

Bantuan yang disalurkan berupa 100 karung beras dan 85 dus mi instan. Bantuan tersebut diserahkan ke Posko Karhutla Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan bencana dan membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Manager External Relation Mukti Plantation, Drs. Suhadi SW, M.Si, mengatakan pihaknya tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dengan memantau titik-titik api di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami terus memantau titik api yang masuk wilayah konsesi Mukti Plantation. Patroli dan standby dilakukan di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran, terutama kebun yang berdekatan dengan permukiman dan lahan masyarakat,” kata Suhadi.

Menurut dia, kondisi kemarau panjang membuat material di sekitar lahan menjadi sangat mudah terbakar. Karena itu, setiap titik api harus segera dideteksi dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Mukti Plantation juga membentuk posko karhutla dengan dukungan personel TNI dan Brimob Mabes Polri. Tim tersebut bekerja bersama satuan tugas karhutla perusahaan dan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman sekaligus mengeliminasi titik-titik api.

“Personel di lapangan bersama-sama dengan Satgas Karhutla dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api dan mengeliminasi titik-titik api,” ujarnya.

Patroli dilakukan secara rutin untuk memastikan api tidak merambat ke kawasan perkebunan yang berada dalam konsesi Mukti Plantation. Pemantauan juga difokuskan pada wilayah yang berbatasan atau berdekatan dengan permukiman serta lahan milik masyarakat.

Suhadi mengatakan pencegahan menjadi semakin penting di tengah kondisi cuaca kering dan minim hujan. Api yang muncul di lahan masyarakat dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.

Di sisi lain, kondisi kabut asap yang semakin pekat juga menjadi perhatian. Suhadi mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka maupun mengolah lahan pertanian.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran. Apalagi saat ini sudah hampir tiga bulan tidak turun hujan sehingga barang-barang di sekitar kita mudah terbakar,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat kembali menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah saat kabut asap memburuk. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Mukti Plantation merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan yang tergabung di dalamnya antara lain PT Mustika Agung Sentosa, PT Asia Mukti Lestari dan PT Sandai Sawit Makmur di Kabupaten Ketapang.

Sementara di Kabupaten Melawi terdapat PT Adau Agro Kalbar, PT Adau Hijau Lestari, PT Agrolestari Kencana Makmur dan PT Bumi Sawit Utama.(*/r) 

Editor : Salman Busrah
multi group kemarau 2026 kabut asap bantuan kesehatan