Jumat-Sabtu Berpeluang Hujan, Mungkinkah Asap di Pontianak Terurai?

Salman Busrah • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:54 WIB
Air hujan mulai membasahi bumi Kota Pontianak dan sekitar setelag beberapa pekan dihujani kabut asap, titik api dan karhutla pada Kamis (13/8). (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)
Air hujan mulai membasahi bumi Kota Pontianak sangat dirindukan. 

PONTIANAK – Harapan turunnya hujan untuk membantu meredakan kabut asap di Pontianak dan sekitarnya mulai terbuka. Prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan pada Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9), di tengah memburuknya kondisi udara dan terganggunya penerbangan di Bandara Internasional Supadio akibat jarak pandang yang rendah.

Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan disertai petir pada Jumat. Kondisi serupa masih berpeluang terjadi pada Sabtu, meski tidak berarti hujan akan turun merata di seluruh wilayah Pontianak dan Kalimantan Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan terbarunya menyebut periode 4–7 September 2026 masih memiliki peluang hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk Kalimantan Barat, BMKG juga memasukkan wilayah ini dalam potensi angin kencang pada periode tersebut.

Namun, hujan yang diperkirakan turun belum dapat dipastikan langsung mengakhiri persoalan kabut asap. Efektivitas hujan dalam membersihkan udara sangat bergantung pada intensitas dan durasi hujan, lokasi turunnya hujan, kondisi angin, serta masih atau tidaknya aktivitas pembakaran lahan.

Kondisi di kawasan Pontianak dan sekitar Bandara Supadio sendiri masih menjadi perhatian. Prakiraan BMKG untuk kawasan perairan Pontianak-Mempawah menunjukkan kondisi udara kabur masih berpotensi bertahan pada Jumat dan Sabtu.

Situasi ini menjadi penting karena kabut asap dalam beberapa hari terakhir telah berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan. Jarak pandang yang rendah membuat sejumlah pesawat mengalami gangguan, termasuk pesawat yang gagal mendarat di Bandara Supadio.

Hujan yang turun dengan intensitas cukup dan terjadi di wilayah yang terdampak karhutla diharapkan dapat membantu menekan konsentrasi asap dan partikulat di udara. Selain itu, hujan juga dapat membasahi vegetasi serta lahan yang terbakar sehingga membantu proses pemadaman.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap potensi hujan sebagai tanda persoalan karhutla telah selesai. Selama titik api masih muncul, kabut asap berpotensi kembali terbentuk setelah hujan berhenti.

Dengan kondisi tersebut, Jumat dan Sabtu menjadi dua hari yang patut dinantikan. Bukan hanya untuk masyarakat yang mengharapkan udara lebih bersih, tetapi juga bagi dunia penerbangan yang berharap jarak pandang di Bandara Supadio kembali aman sehingga aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat dapat berjalan normal.

Hujan turun, asap mereda? Jawabannya sangat bergantung pada seberapa deras hujan dan di mana hujan tersebut benar-benar turun.**

Editor : Salman Busrah
kemarau 2026 Karhutla 2026 Hujan kabut asap