PONTIANAK POST - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membaik. Namun, zona kualitas udara Sangat Tidak Sehat atau kategori merah masih tersisa di sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), zona merah di wilayah terdampak karhutla terus menyusut. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori Baik hingga Sedang.
Zona Merah Masih Tersisa di Kalbar
Kondisi kualitas udara di Kalbar menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla karena sebagian kecil wilayah provinsi tersebut masih berada dalam zona Sangat Tidak Sehat.
Selain zona merah, kategori Tidak Sehat masih mendominasi sejumlah wilayah Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera bagian barat.
Kemenhut bersama Satgas Gabungan terus mengoptimalkan penanganan karhutla di lapangan. Satgas melibatkan Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat peduli api, dan para pemangku kepentingan.
Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, hingga dukungan operasi udara di wilayah prioritas.
Baca Juga: Titik Panas Fluktuatif, Menhut Minta Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Kalbar Diperkuat
Kalbar Masuk Wilayah Prioritas Pemantauan Hotspot
Data sistem pemantauan SiPongi Kemenhut berbasis satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 688 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) per 3 September 2026 pukul 21.19 WIB.
Pemantauan intensif dilakukan di tujuh wilayah utama, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Kemenhut menegaskan hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan penginderaan satelit dan tidak selalu berarti terjadi kebakaran aktif.
Namun, data tersebut menjadi pijakan bagi tim gabungan untuk melakukan verifikasi lapangan (ground check) dan merespons secara cepat.
53 Armada Udara Dikerahkan
Untuk mendukung penanganan karhutla, Kemenhut mengerahkan total 53 unit armada udara.
"Sebanyak 19 unit digunakan untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 34 unit lainnya difokuskan untuk pemadaman udara (water bombing) di lokasi yang sulit dijangkau tim darat," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi,
Pelaksanaan OMC terus dioptimalkan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kriteria meteorologis guna memicu pembentukan awan hujan.
Baca Juga: Menteri Kehutanan Tutup Izin Usaha 5 Perusahaan Terkait Karhutla di Kalbar
Kemenhut Minta Masyarakat Kalbar Tidak Bakar Lahan
Kemenhut mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga tren perbaikan kualitas udara dan mempercepat pemulihan kondisi udara di wilayah terdampak.
Masyarakat yang menemukan indikasi karhutla atau kemunculan asap diimbau segera melaporkannya melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.
Posko Karhutla Kementerian Kehutanan:
-
Telepon: 021-5704618
-
WhatsApp: +62 8131-00-35000
Editor : Uray Ronald
Sumber : Kemenhut