PONTIANAK – Yayasan Perguruan Islamiyah Pontianak memasuki momentum bersejarah. Lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak 1926 itu pada 2026 genap berusia satu abad dan menyiapkan rangkaian kegiatan Milad Seabad Wakaf Yayasan Perguruan Islamiyah.
Persiapan peringatan seabad tersebut ditandai dengan diterbitkannya Keputusan Yayasan Perguruan Islamiyah Nomor 029/PAN-MILAD/YPI/VIII/2026 tentang Pembentukan Panitia Milad Seabad Wakaf Yayasan Perguruan Islamiyah.
Keputusan itu ditetapkan di Pontianak pada 31 Agustus 2026 dan ditandatangani Ketua Umum Yayasan Perguruan Islamiyah, Dr. Fenni Supriadi, S.E., M.M., C.W.C.
Dalam keputusan tersebut, Yayasan menegaskan bahwa perjalanan satu abad Perguruan Islamiyah bukan sekadar usia sebuah lembaga pendidikan, tetapi bagian dari sejarah panjang pengabdian pendidikan, sosial dan keagamaan umat Islam di Kota Pontianak.
Panitia dipimpin Gun Mayudi, S.E., M.Sc., Ph.D., C.W.C. sebagai ketua, didampingi Shah Khumaini, S.H. sebagai wakil ketua, Suci Ramadhani, S.E. sebagai sekretaris dan Windy Scarla Jutha, S.E. sebagai bendahara.
Sementara Dr. Fenni Supriadi, Barry Shilmon, Irwandi dan Ir. Setia Budi ditetapkan sebagai pengarah.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan milad seabad tersebut. Di antaranya pameran wakaf, UMKM dan pendidikan; seminar dan bedah buku; tabligh akbar dan bakti sosial; jalan sehat dan reuni alumni, serta kegiatan kehumasan, sponsorship dan publikasi media.
JEJAK PENDIDIKAN ISLAM SEJAK 1926
Yayasan Perguruan Islamiyah memiliki posisi penting dalam sejarah pendidikan Islam di Pontianak. Lembaga ini berdiri pada 1926 atas prakarsa Haji Arif bin Haji Ismail, seorang tokoh yang dikenal sebagai hartawan dan dermawan di Kampung Bangka.
Pada awalnya, kegiatan pendidikan berlangsung di rumah Haji Arif. Ketika jumlah peserta didik semakin banyak, dibangun gedung khusus untuk menampung kegiatan belajar. Dari pengajian kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih terorganisasi.
Perguruan Islamiyah kemudian dikenal sebagai salah satu tonggak penting perkembangan pendidikan Islam di Kota Pontianak. Fondasi lembaga ini juga tidak terlepas dari wakaf Haji Arif bin Haji Ismail pada 1926.
Wakaf tersebut menjadi dasar penting bagi keberlangsungan lembaga pendidikan Islam yang kemudian diwariskan dan dikelola lintas generasi.
Perjalanan panjang itu menjadikan Yayasan Perguruan Islamiyah bukan hanya sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari sejarah sosial dan keagamaan Kota Pontianak.
Seabad kemudian, warisan tersebut masih berlanjut. Yayasan Perguruan Islamiyah kini menaungi sejumlah jenjang pendidikan dan terus menjalankan fungsi pendidikan serta pembinaan keagamaan.
Milad Seabad Wakaf menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah tersebut sekaligus memperkenalkan nilai wakaf kepada generasi penerus.
Melalui panitia yang telah dibentuk, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Panitia bertugas merencanakan, mengoordinasikan dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Milad Seabad Wakaf Yayasan Perguruan Islamiyah.
Peringatan satu abad ini pada akhirnya bukan sekadar perayaan usia sebuah yayasan. Lebih dari itu, Milad Seabad menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa wakaf yang dimulai satu abad lalu telah melahirkan warisan pendidikan Islam yang terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat Pontianak hingga hari ini.**
Editor : Salman Busrah