Yang di-Pertuan Agong Deklarasi Kabut Asap di Sarawak

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 00:05 WIB
Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim
Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim

 

PONTIANAK POST – Kerajaan Malaysia menetapkan darurat kabut asap Serian, Sarawak, setelah indeks pencemaran udara di wilayah itu mencapai level berbahaya. Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menyetujui deklarasi tersebut demi melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Keputusan diumumkan Jumat (4/9), setelah mempertimbangkan pandangan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Premier Sarawak Abang Johari Openg, serta lembaga terkait. Keadaan darurat berlaku di seluruh Wilayah Serian.

Kualitas Udara Lampaui Ambang Darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia atau NADMA mencatat indeks pencemaran udara di Serian mencapai 510 pada pukul 09.00 waktu setempat. Angkanya kemudian meningkat hingga 519.

Indeks di atas 300 dikategorikan berbahaya. Sementara itu, angka 500 menjadi ambang yang dapat dipertimbangkan untuk menetapkan keadaan darurat. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas di luar ruangan berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan. 

Sekolah dan Kegiatan Non-Esensial Ditutup

Sebanyak 647 sekolah di Serian dijadwalkan tutup. Kantor dan kegiatan ekonomi non-esensial, termasuk perkebunan, konstruksi, serta pertambangan batu, juga dihentikan sementara.

Supermarket, stasiun pengisian bahan bakar, bank, fasilitas kesehatan, dan layanan penting lainnya tetap beroperasi. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi paparan udara tercemar tanpa memutus kebutuhan dasar masyarakat. 

Penetapan keadaan darurat memberi pemerintah kewenangan lebih besar untuk membatasi kegiatan di luar ruangan serta mempercepat langkah penanganan. Pemerintah juga menjalankan operasi penyemaian awan untuk membantu memperbaiki kualitas udara. 

Pemerintah Pantau Kondisi Warga

Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan perkembangan kualitas udara akan dipantau dari waktu ke waktu. Informasi kesehatan dan langkah perlindungan juga akan disampaikan kepada masyarakat.

Warga diminta mengikuti arahan resmi dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus diperlukan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan. 

Kabut asap tersebut dikaitkan dengan kebakaran hutan di wilayah Indonesia. Namun, penentuan lokasi sumber asap secara spesifik masih memerlukan analisis arah angin, titik panas, dan pergerakan partikel di atmosfer.

Karena itu, asap yang mencapai Serian belum dapat langsung dinyatakan berasal dari Kalimantan Barat tanpa konfirmasi lembaga teknis. 

Pemerintah Malaysia berkomitmen mengambil tindakan segera untuk melindungi masyarakat selama kualitas udara masih berada pada tingkat berbahaya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kualitas udara berbahaya pencemaran udara Sarawak IPU Serian 519 sekolah Serian ditutup mitigasi kabut asap