PONTIANAK POST — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak lembaga keagamaan memperkuat literasi, toleransi, dan silaturahmi untuk menjaga keharmonisan masyarakat di tengah derasnya arus informasi pada era digital.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka pembinaan lembaga keagamaan yang diikuti 400 pengurus agama di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Senin (7/9/2026).
Edi mengatakan pembinaan lembaga keagamaan penting dilakukan karena arus informasi di era digital bergerak sangat cepat. Masyarakat membutuhkan literasi dan kedewasaan berpikir agar mampu menyaring informasi serta tidak mudah terpancing isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Menurut dia, media sosial memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Platform tersebut dapat menjadi ruang berbagi informasi dan pengetahuan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial ini rawan juga, tetapi kadang-kadang juga bisa menjadi ruang pencerahan. Karena itu perlu kedewasaan, wawasan, dan logika berpikir,” katanya.
Baca Juga: Toleransi di Pontianak: Hidup dalam Praktik atau Sekadar Slogan?
Edi mengingatkan masyarakat untuk berpegang pada nilai-nilai dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Dalam konteks berbangsa, Pancasila merupakan dasar negara, sedangkan bagi umat Islam Al-Qur'an dan hadis menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, berkomitmen memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama secara aman dan nyaman. Kebebasan beragama juga perlu dijaga melalui literasi, toleransi, dan komunikasi yang baik.
“Pemerintah Kota Pontianak berupaya selalu memberikan ruang kebebasan beragama. Kuncinya adalah literasi, toleransi, dan bagaimana kita menjadikan kota ini harmonis, aman, sejahtera, serta tenang dalam beribadah,” ujarnya.
Kerukunan Jadi Modal Pembangunan
Edi juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, adat, budaya, dan agama di Kota Pontianak.
Menurut dia, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan, tetapi dapat menjadi kekuatan dalam membangun kota yang damai. Pemerintah memiliki tugas menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat, tetapi upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan warga.
“Pemerintah berupaya untuk menyejahterakan dan membahagiakan masyarakat. Itu menjadi tugas dan kewajiban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ruslan mengajak seluruh lembaga keagamaan memperkuat pembinaan umat dengan mengedepankan toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan.
Menurut Ruslan, pembinaan keagamaan berperan dalam mendukung visi Kota Pontianak sebagai kota yang bersahabat. Karena itu, lembaga keagamaan diharapkan menjadi ruang yang menumbuhkan kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat.
“Sesuai dengan visi yang diusung Pak Wali Kota, yaitu mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota yang bersahabat, maka dalam pembinaan keagamaan yang kita kedepankan adalah semangat toleransi dan moderasi beragama,” ujarnya.
Baca Juga: Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Kaji Praktik Toleransi Beragama di Mempawah
Ruslan mengatakan moderasi beragama menjadi salah satu kunci untuk menjaga suasana kota tetap aman dan damai. Penguatan nilai tersebut dinilai dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Pontianak.
Menurut dia, masyarakat yang damai dan rukun merupakan modal penting dalam pembangunan. Sebaliknya, kondisi kota yang tidak aman dan damai dapat menghambat pembangunan.
“Ini kunci untuk melaksanakan pembangunan. Jika Kota Pontianak tidak aman dan damai, tentu sulit mewujudkan pembangunan, baik lahir maupun batin,” jelasnya.
Ia berharap seluruh lembaga keagamaan di Kota Pontianak terus melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada umat masing-masing dengan mengarah pada penguatan toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan.
“Kami berharap semua lembaga keagamaan di Kota Pontianak senantiasa melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada umat beragama yang mengarah pada toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan,” ujarnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Pemkot Pontianak