PONTIANAK POST - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) kota Pontianak kembali dilaksanakan secara daring/online pada 7 hingga 11 September 2026.
Ruslan, Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak mengatakan, keputusan ini diambil karena melihati kondisi cuaca dan udara di Kota Pontianak pada Jum'at 4 September 2026 masih dalam katagori “berbahaya”. "Dimana asap sangat tebal membuat jarak pandang terbatas dan mengancam kesehatan," jelasnya.
Pembelajaran secara daring disesuaikan dengan jenjang yang ada, serta disesuaikan dengan pembelajaran disaat waktu normal.
Baca Juga: PDR Diperpanjang di Singkawang, Siswa Belajar dari Rumah tetapi Guru Tetap Masuk Sekolah
"Begitu pula untuk semua kegiatan ekstrakurikuler juga dihentikan sementara, sampai udara dan cuaca normal seperti biasa," ungkapnya.
Dalam proses belajar daring ini, kepala RA dan madrasah bersama guru memberikan materi atau tugas secara dengan menggunakan masker untuk tetap menjaga kesehatan. Kemudian memantau perkembangan murid melalui sarana komunikasi yang ada dan memastikan orang
tua atau wali selalu mengawasi keberadaan putri putri mereka, membatasi dari kegiatan yang tidak penting diluar rumah, baik siang maupun malam hari.
Bagi siswa yang mengikuti pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Pontianak yang berlangsung pada 7 hingga 9 September 2026 mesti dalam kondisi sehat.
Baca Juga: Asap Masih Tebal, Sekolah di Pontianak Tetap Terapkan Pembelajaran Daring
"Murid MI, MTs dan MA yang mengikuti harus dipastikan dalam kondisi sehat, menggunakan masker dan membawa air putih serta didampingi guru pendamping dari madrasah. Usai pelaksanaan OMI sesuai sesinya, agar langsung pulang pada kediaman masing masing," ungkap dia.
Ruslan juga meminta pihak sekolah memastikan lingkungan Madrasah/RA tetap bersih serta bersinergi dengan masyarakat setempat agar terlindar dari potensi yang dapat memicu kebakaran lahan maupun korsleting listrik.
"Mari tetap langitkan doa dalam berbagai moment, baik Majelis Dzikir, Majelis Sholawatan terlebih pada moment Sholat Istisqo agar Allah SWT segera menurunkan hujan dan menjadi udara kembali bersih dan segar di Kota Pontianak ini," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif