PONTIANAK – Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Barat yang hendak bepergian ke Pulau Jawa. Sejumlah bandara yang sebelumnya terganggu akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini kembali beroperasi. Namun, penumpang dari Pontianak tetap diminta tidak lengah karena penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio sebelumnya terdampak dua gangguan sekaligus, yakni abu vulkanik Anak Krakatau dan kabut asap di Kalimantan Barat.
AirNav Indonesia memastikan Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto dan Pondok Cabe kembali beroperasi pada Selasa (8/9) dini hari. Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu juga telah lebih dulu kembali beroperasi.
Sementara itu, tiga bandara masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB, yakni Radin Inten II Lampung, Muhammad Taufiq Kiemas dan Salakanagara Tanjung Lesung.
Bagi penumpang Pontianak, kondisi tersebut menjadi perkembangan positif karena Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu utama penerbangan dari Supadio menuju Pulau Jawa.
Namun, normalnya operasional Soekarno-Hatta tidak otomatis menjamin seluruh penerbangan Pontianak–Jakarta berjalan tepat waktu.
49 Penerbangan Supadio Sempat Terdampak
Selama Minggu–Senin (6–7/9), sebanyak 49 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak akibat gangguan penerbangan yang berkaitan dengan penutupan sementara Soekarno-Hatta. Sebanyak 24 penerbangan terdampak pada Minggu dan 25 penerbangan pada Senin.
Sejumlah penerbangan dibatalkan, sementara lainnya berpotensi mengalami keterlambatan.
Pengelola Bandara Supadio juga menghadapi persoalan lain. Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Barat sempat menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Pada Senin, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 500 meter sebelum membaik menjadi sekitar 1.200 meter.
Kondisi asap memang dapat berubah cepat. Maskapai juga menegaskan keputusan untuk menunda atau membatalkan penerbangan ditentukan berdasarkan jarak pandang aktual, kondisi cuaca, situasi operasional dan faktor keselamatan.
Jangan Hanya Cek Jadwal
Dengan kondisi tersebut, calon penumpang yang akan terbang dari Pontianak menuju Jakarta, Bandung atau kota-kota lain di Jawa sebaiknya tidak hanya melihat jadwal keberangkatan yang tertera di tiket.
Periksa kembali status penerbangan melalui aplikasi atau kanal resmi maskapai menjelang keberangkatan. Penumpang juga sebaiknya memberikan waktu lebih untuk berada di bandara apabila terjadi antrean akibat perubahan jadwal.
Khusus penumpang yang menggunakan rute Pontianak–Jakarta, perkembangan operasional Soekarno-Hatta tetap penting dipantau. AirNav memang telah menyatakan Soekarno-Hatta kembali open and resumed operations sejak pukul 00.30 WIB, tetapi tetap mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Anak Krakatau masih persisten di dalam wilayah informasi penerbangan (flight information region/FIR). Pilot diminta berhati-hati dalam proses kedatangan dan keberangkatan.
Anak Krakatau Masih Aktif
Gunung Anak Krakatau sendiri masih berstatus Level III atau Siaga. Artinya, potensi aktivitas vulkanik masih harus diwaspadai.
Meski demikian, sebaran abu pada Selasa pagi menunjukkan kondisi yang lebih baik dibanding Senin. Aktivitas erupsi tetap dipantau dan arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Karena itu, bagi warga Kalbar yang memiliki agenda perjalanan ke Pulau Jawa hari ini, penerbangan sudah mulai kembali normal, tetapi belum berarti seluruh risiko gangguan hilang.
Pesan sederhananya: tetap berangkat sesuai jadwal, tetapi jangan berangkat tanpa mengecek ulang status penerbangan.**
Editor : Salman Busrah