PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak meminta masyarakat tidak membeli air galon dengan harga yang dinilai terlalu tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan pasokan air masih tersedia melalui Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Edi mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah memastikan ketersediaan air baku di Penepat telah kembali tawar sehingga produksi air bersih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kalau air galon dijual terlalu mahal, jangan dibeli. Ketersediaan air bersih masih ada dan bisa didapatkan melalui PDAM Tirta Khatulistiwa,” kata Edi, Senin (7/9).
Baca Juga: APBD Perubahan Kalbar Naik Rp510 Miliar, Pos Karhutla dan Bantuan Air Bersih Dikebut
Menurut Edi, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap depot air minum. Dinas Kesehatan Kota Pontianak diarahkan memastikan air yang diproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.
“Dinkes melakukan pengawasan terhadap usaha galon, terutama terkait kelayakan air minumnya,” tegasnya.
Selain kualitas, pemerintah juga memantau harga jual air bersih. Dinas Perdagangan diminta mengawasi pergerakan harga agar lonjakan permintaan selama musim kemarau tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak terkendali.
Edi mengatakan persoalan air bersih tidak boleh berkembang menjadi persoalan ekonomi baru. Kenaikan harga yang tidak wajar dikhawatirkan menambah beban masyarakat sekaligus memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.
Baca Juga: Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Sanggau Bangun Sumur Bor Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Ia menyebut mendapat informasi harga air bersih yang didistribusikan menggunakan tangki mencapai sekitar Rp3 juta per tangki. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat membebani warga yang membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari.
Di tengah keterbatasan tersebut, sejumlah pihak turut membuka layanan air bersih gratis bagi masyarakat. Salah satunya Pemadam Kebakaran Panca Bhakti yang menyediakan posko distribusi air di Jalan Suprapto, Pontianak.
Sejak tiga hari terakhir, posko tersebut menyalurkan sekitar 16.000 liter air per hari kepada warga. Air didatangkan dari sumber mata air di Anjungan, Kabupaten Mempawah, dan dibawa menggunakan dua tangki.
Baca Juga: Koramil Sungai Pinyuh Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga yang Kesulitan Air
Komisaris Damkar Panca Bhakti Abi Hasni Tahir mengatakan warga dapat mengambil air langsung di posko. Untuk menjaga pemerataan, setiap warga dibatasi maksimal membawa dua galon.
“Air bersih ini hanya mampu bertahan satu hingga dua hari. Semakin banyak warga yang mengantri, persediaannya tentu akan semakin cepat habis,” katanya.
Abi mengatakan air yang disalurkan telah melalui proses penyaringan. Namun, masyarakat tetap dianjurkan merebus air sebelum digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Selama sumber air masih tersedia, posko tersebut akan tetap dibuka untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau.
Bagi warga, distribusi air gratis menjadi alternatif di tengah meningkatnya kebutuhan. Farida, warga sekitar Jalan Suprapto, mengatakan persediaan air di rumahnya mulai menipis, sementara air dari depot isi ulang lebih mahal dan stoknya cepat habis.
“Keberadaan posko air bersih seperti ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Stok air di rumah juga sudah mulai habis,” ujar Farida.
Edi berharap hujan segera kembali turun di Kota Pontianak. Selain membantu memperbaiki kondisi lingkungan, hujan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan menampung air untuk memenuhi sejumlah kebutuhan dasar.
“Mudah-mudahan segera turun hujan. Dengan begitu masyarakat bisa menampung air bersih untuk kebutuhan dasar, seperti minum dan memasak,” harapnya.
Pemkot Pontianak memastikan pemantauan ketersediaan, distribusi, kualitas, dan harga air bersih terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.(iza/yad)
Editor : Hanif