PONTIANAK – Hujan yang turun di sejumlah kawasan Pontianak dan Kubu Raya belum mampu mengakhiri persoalan kabut asap. Kualitas udara masih menjadi perhatian serius, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kubu Raya sempat berada pada level Berbahaya.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kubu Raya mencapai 596,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WIB, Selasa (8/9). Angka tersebut masuk kategori Berbahaya.
Pada sore hari, konsentrasi PM2.5 memang menurun menjadi sekitar 374,2 mikrogram per meter kubik, tetapi masih berada dalam kategori Berbahaya.
Data tersebut menunjukkan turunnya hujan belum otomatis membuat kualitas udara kembali aman. Kondisi asap sangat dipengaruhi lokasi titik panas, arah angin, kelembapan dan sebaran hujan.
BMKG mencatat kondisi cuaca Kalimantan Barat masih didominasi musim kemarau, meskipun terdapat peluang hujan di sejumlah wilayah. Hujan juga diperkirakan bersifat lokal dan tidak merata.
Dalam prospek cuaca BMKG, potensi hujan masih terdapat di Kalimantan Barat. Namun, tidak seluruh wilayah mendapatkan curah hujan yang sama. Kondisi inilah yang membuat sebagian kawasan dapat diguyur hujan sementara wilayah lainnya tetap berkabut atau berasap.
Kondisi serupa terlihat di sekitar Bandara Supadio. Pemantauan cuaca BMKG pada Selasa pagi hingga siang menunjukkan kawasan bandara masih mengalami kondisi berasap, dengan jarak pandang sempat berada di sekitar 800 meter.
Sementara itu, kondisi di wilayah Kubu Raya tidak selalu seragam. Pada lokasi tertentu jarak pandang masih lebih baik karena pengaruh angin dan distribusi asap yang berubah-ubah.
Hujan tetap menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat di udara. Namun, jika hujan hanya berlangsung singkat atau turun di wilayah yang terbatas, dampaknya terhadap kabut asap juga terbatas.
BMKG Kalimantan Barat sebelumnya juga menyampaikan upaya optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi hujan untuk membantu pembasahan wilayah yang terdampak karhutla.
Dengan kondisi tersebut, persoalan kabut asap di Pontianak dan Kubu Raya belum dapat dianggap selesai hanya karena hujan sudah turun.
Masyarakat tetap disarankan memperhatikan informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi asap kembali meningkat. Penggunaan masker juga penting ketika udara berada dalam kondisi tidak sehat.
Bagi pengguna jasa penerbangan, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Supadio juga perlu diperhatikan karena perubahan cuaca dan asap dapat terjadi dalam waktu relatif cepat.**
Editor : Salman Busrah