PONTIANAK POST — Posko Solidaritas Rakyat Borneo telah menyalurkan 8.260 masker kepada masyarakat serta ratusan perlengkapan medis untuk membantu warga dan relawan menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke enam kabupaten, yakni Sintang, Sambas, Mempawah, Ketapang, Kapuas Hulu, dan Kubu Raya, serta dibagikan langsung kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Pontianak dan Kubu Raya.
Ketua Posko Solidaritas Rakyat Borneo Erni Damayanti mengatakan bantuan dihimpun dan didistribusikan berdasarkan kebutuhan yang diterima dari lapangan. “Posko ini dibentuk sebagai ruang solidaritas bersama. Bantuan yang terkumpul kami distribusikan sesuai kebutuhan di lapangan, baik untuk masyarakat maupun teman-teman relawan yang membantu penanganan karhutla,” kata Erni, Selasa (8/9).
Baca Juga: Dari Masker hingga Nebulizer, Permintaan Alat Kesehatan Naik di Tengah Kabut Asap
Posko Solidaritas Rakyat Borneo dibentuk pada 29 Agustus 2026 dan mulai aktif pada 1 September 2026. Sekitar 19 organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, jurnalis, serikat pekerja, lembaga bantuan hukum dan kelompok relawan bergabung dalam posko tersebut.
Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain Link-AR Borneo, AGRA Kalbar, GSBI Kalbar, SIEJ Simpul Kalbar, AJI Pontianak, Yayasan Kolase, LBH Pontianak, FSPBR, IJTI Kalbar, Paramedis Jalanan, KDK Official, Pontianak Boys 1970, KASBI, serta sejumlah organisasi mahasiswa di Universitas Tanjungpura.
Selain 8.260 masker yang terdiri dari KN95, KF94, Medishield untuk dewasa dan KF Kids, posko juga menyalurkan berbagai perlengkapan medis. Bantuan tersebut antara lain spuit, oksigen portabel, infus set dewasa, Hansaplast dan Eukoplast sebanyak 43 unit, serta sekitar 218 unit obat-obatan.
Dukungan juga diberikan kepada kelompok pemadam kebakaran yang terlibat dalam penanganan karhutla, di antaranya Damkar Pemadam Mitra Perum 3, Pemadam Kebakaran Swadesi Assalam, dan Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran (Forkom Damkar) Swasta.
Baca Juga: 12 Personel Karhutla Singkawang Diperiksa Kesehatan, Dapat Vitamin dan Masker N95 di Lokasi
“Kebutuhannya tidak hanya masker. Kami juga menerima permintaan perlengkapan medis dan kebutuhan untuk teman-teman pemadam. Karena itu, bantuan yang dikumpulkan kami sesuaikan dengan kebutuhan yang masuk dari lapangan,” ujarnya.
Bantuan Menjangkau Enam Kabupaten
Distribusi bantuan hingga 8 September 2026 telah menjangkau enam kabupaten. Di Sintang, bantuan disalurkan melalui POS-KOL Sintang, sedangkan di Sambas melalui Posko Sambas. Di Ketapang, distribusi dilakukan di kawasan Jalan Tanjungpura, Desa Awan Kiri, dan Desa Labai Hilir. Untuk Mempawah, bantuan disalurkan langsung kepada kelompok pemadam melalui Forkom Damkar Swasta di Wajok.
Sementara di Kubu Raya, bantuan menjangkau Dusun Madani, Desa Mekar Sari, Desa Lingga, Desa Kalibandung, Desa Teluk Bakung, dan Desa Lintang Batang. Selain melalui posko dan kelompok relawan, pembagian masker juga dilakukan langsung kepada masyarakat. Di Kota Pontianak, pembagian dilakukan di kawasan Bundaran Digulis dan simpang Jalan Tanjungpura. Di Kubu Raya, pembagian dilakukan di empat lampu merah kawasan Jembatan Kapuas II arah Ambawang.
Posko juga menyalurkan perlengkapan pendukung bagi relawan dan kelompok pemadam berupa 10 unit senter, 26 pasang sepatu bot, dan 25 unit masker respirator. Untuk mendukung kebutuhan logistik di lapangan, bantuan yang telah disalurkan meliputi sembilan kotak susu, lima kotak minuman isotonik, 16 kotak air mineral, dan 60 bungkus roti.
Erni mengatakan keberadaan posko diharapkan dapat mempermudah koordinasi bantuan sekaligus memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan relawan di lapangan. “Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu untuk bersama-sama mendukung kebutuhan di lapangan. Bantuan akan kami arahkan kepada wilayah dan kelompok yang memang membutuhkan,” kata Erni.
Posko Solidaritas Rakyat Borneo masih membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, organisasi, maupun kelompok lainnya yang ingin terlibat dalam penggalangan dan pendistribusian bantuan untuk penanganan dampak karhutla. (mse)
Editor : Miftahul Khair