Borneo Harapan Nusantara Siap Jadi Mitra Pemerintah Kawal Pembangunan Kalbar

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:35 WIB
Alexius Akim (tengah) diwawancara usai deklarasi Borneo Harapan Nusantara, Rabu (9/9). //SITI PONTIANAK POST
Alexius Akim (tengah) diwawancara usai deklarasi Borneo Harapan Nusantara, Rabu (9/9). //SITI PONTIANAK POST

PONTIANAK POST – Borneo Harapan Nusantara (BHN) resmi dideklarasikan, Rabu (9/9). Organisasi ini membawa semangat membangun kebersamaan sekaligus menghadirkan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Barat (Kalbar).

Ketua Umum Borneo Harapan Nusantara, Alexius Akim, mengatakan BHN hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Yang namanya mitra ini berarti kita ikut mendampingi, menyukseskan, mengoreksi bila pembangunan itu menyimpang dari hal yang sebenarnya,” kata Alexius, usai deklarasi yang digelar di Novotel Pontianak Convention Centre. 

Baca Juga: Karhutla Kalbar, BHN Dorong Evaluasi Izin hingga Tata Ruang

Ia menjelaskan, BHN dibangun berdasarkan empat nilai utama, yakni kesetaraan dan keadilan sosial, partisipasi demokratis, kemandirian ekonomi rakyat, serta persatuan dan solidaritas.

Menurutnya, keempat nilai tersebut menjadi landasan BHN dalam menjalankan peran dan mengawal berbagai persoalan pembangunan di Kalbar.

Alexius mengatakan salah satu fokus utama BHN adalah isu lingkungan hidup. Selain itu, organisasi tersebut juga akan memberikan perhatian terhadap persoalan infrastruktur, pendidikan, hukum hingga pertanahan.

Baca Juga: Alexius Akim Minta Negara Hadir Lindungi Hutan, Orangutan, dan Masyarakat Adat

Ia menilai persoalan pertanahan hingga kini masih menjadi salah satu masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan dan membutuhkan perhatian bersama.

Di samping itu, Alexius juga menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan di provinsi ini. Ia mengingatkan agar penanganan karhutla tidak dilakukan dengan saling menyalahkan.

“Jangan selalu lempar sana-sini,” tegasnya.

Menurut Alexius, karhutla merupakan persoalan bersama yang harus ditangani melalui kolaborasi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

“Persoalan ini adalah persoalan bersama. Mari kita sama-sama mengatasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing. Tingkat provinsi apa tugas pokoknya, tingkat pemerintah daerah apa tugas pokok mereka. Jadi kita kolaborasi, jangan saling menyalahkan,” katanya.

Selain mendorong pemerintah memperkuat kolaborasi, BHN juga mengajak masyarakat ikut mencegah terjadinya karhutla, terutama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Masyarakat diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran lahan.

Baca Juga: Alexius Akim Kecam Penembakan Empat Warga di Areal Perkebunan, Hukum Harus Dijadikan Panglima

Alexius juga mengimbau masyarakat untuk melindungi kelompok rentan dari paparan asap karhutla.

Anak-anak, khususnya balita, serta lanjut usia (lansia) diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

“Bagi anak-anak kita yang masih balita, juga termasuk para lansia, membatasi diri untuk keluar rumah. Karena bahaya asap itu bisa merusak saluran pernapasan,” pungkasnya. (sti)

 

Editor : Hanif
BHN kalimantan barat karhutla kalbar alexius akim Pembangunan Kalbar