PONTIANAK POST – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IJTI Kalbar) memperingati hari ulang tahun ke-7 dengan mendoakan para korban bencana di Indonesia. Doa dipanjatkan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Doa bersama sekaligus syukuran digelar di Aming Coffee Podomoro, Pontianak, Minggu (6/9) malam. Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar IJTI Kalbar.
Di tengah suasana syukuran, para jurnalis diajak mengingat penderitaan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, menghirup udara tercemar asap, kehilangan akses transportasi, hingga tidak dapat menghubungi keluarga di daerah bencana.
“Musibah ini begitu menguji kesabaran kita sebagai rakyat Indonesia. Kesulitan air bersih, napas sesak, saudara di rantau tidak dapat dihubungi, bandara tutup, dan mata perih, semua kita rasakan hari ini,” kata wartawan TVRI Kalbar, Ari Satriansyah, yang memandu acara.
Ia mengajak seluruh peserta terus mendoakan keselamatan masyarakat terdampak. “Mari kita terus berdoa agar Yang Maha Kuasa segera mengangkat ujian ini,” ujarnya.
Jurnalis Menjaga Kebenaran
Malam syukuran menjadi puncak rangkaian HUT ke-7 IJTI Kalbar. Sehari sebelumnya, organisasi tersebut menggelar seminar bertema “Peran Jurnalis di Era Digitalisasi”.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar Ramdan menegaskan peran jurnalis semakin penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Jurnalis diperlukan untuk memeriksa fakta sekaligus membantu masyarakat membedakan informasi benar dan menyesatkan.
“Peran mereka menjadi penting untuk meluruskan misinformasi dan disinformasi yang kerap kita temui di beranda media sosial,” kata Ramdan.
Kemampuan verifikasi menjadi semakin krusial ketika bencana terjadi. Informasi keliru mengenai kondisi wilayah, jalur evakuasi, kesehatan, atau bantuan dapat menambah kepanikan masyarakat.
Pelajar dan Mahasiswa Didorong Berkarya
Panitia juga mengumumkan pemenang Lomba Video Berita kategori pelajar dan mahasiswa. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal proses jurnalistik dan menyampaikan informasi melalui karya audiovisual.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang. Ia berharap peserta terus mengembangkan kemampuan jurnalistiknya.
“Selamat kepada para pemenang. Semoga dapat terus menjaga bakat jurnalistik televisinya. Siapa tahu ke depan bisa bekerja di salah satu media televisi,” ujar Satarudin.
Penghargaan untuk Jurnalis Senior
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IJTI Kalbar memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah jurnalis televisi senior yang telah lama mewarnai layar kaca nasional.
Penghargaan diberikan kepada Sy. Amin Alkadrie, mantan wartawan SCTV; Ridwan Ismail, mantan wartawan RCTI; Tut Wuri Handayani, wartawan tvOne; dan D.A. Rony, wartawan TVRI.
Malam puncak juga diisi pembekalan dan motivasi dari para senior kepada anggota muda IJTI Kalbar. Pengalaman mereka diharapkan menjadi bekal bagi regenerasi jurnalis televisi agar tetap menjaga integritas dan profesionalisme.
Ketua Pengda IJTI Kalbar Yuniardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung rangkaian kegiatan tersebut. Pria yang akrab disapa Uun itu juga mengapresiasi kekompakan panitia.
“Tak lupa, apresiasi untuk rekan-rekan panitia yang selalu kompak dan bertekad kuat menyukseskan acara ini,” katanya.
Peringatan HUT ke-7 tersebut membawa dua pesan utama. Jurnalis dituntut menjaga kebenaran di tengah banjir informasi, sekaligus mempertahankan kepekaan terhadap penderitaan masyarakat.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro