PONTIANAK POST - Polisi Wanita (Polwan) Polda Kalimantan Barat didorong memperkuat kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai kejahatan yang berkembang di wilayah perbatasan Kalbar.
Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono menilai tantangan di wilayah perbatasan membutuhkan kemampuan personel yang semakin adaptif. Sejumlah kerawanan yang menjadi perhatian antara lain perdagangan orang, eksploitasi perempuan dan anak, pekerja migran ilegal, serta kejahatan lintas batas.
Ia melanjutkan, Polwan memiliki peran strategis, terutama ketika berhadapan dengan perempuan dan anak yang menjadi korban. Polwan diminta tetap tegas terhadap pelaku, namun mengedepankan pendekatan empatik dan berorientasi pada korban.
Baca Juga: Gerebek Rumah di Jelimpo, Polisi Amankan Pria dan Temukan Sembilan Paket Diduga Sabu
“Dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan, Polwan diharapkan semakin mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” katanya.
Selain kompetensi, Kapolda mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Polwan diminta terus mengembangkan kemampuan, mengikuti perkembangan teknologi, serta menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hindarsono juga mengingatkan personel menjaga marwah Polwan dan institusi Polri dengan menjunjung tinggi integritas serta profesionalisme. Sikap tersebut dinilai penting dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Momentum Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi penguat semangat pengabdian Polwan Polda Kalbar untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Terutama dalam menghadirkan perlindungan, pelayanan, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis di wilayah Kalbar,” katanya. (bar/r)
Editor : Hanif