Sespimti Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla, Terjunkan 12 Peserta Didik ke Kalbar

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:40 WIB
Ketua Rombongan Peserta Didik Sespimti Dikreg ke-36, Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., saat beraudiensi dengan Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kantor Gubernur, Senin (14/9).
Ketua Rombongan Peserta Didik Sespimti Dikreg ke-36, Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., saat beraudiensi dengan Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kantor Gubernur, Senin (14/9).

PONTIANAK POST — Sebanyak 12 peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Dikreg ke-36 diterjunkan ke sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Mereka menjalankan Kuliah Kerja Profesi sebagai Satgas Edukasi Pencegahan dan Dampak Karhutla.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Rombongan Peserta Didik Sespimti Dikreg ke-36, Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., saat beraudiensi dengan Gubernur Kalbar Ria Norsan di Ruang Rapat Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Senin (14/9).

Ronny mengatakan 12 peserta didik yang terdiri dari unsur TNI dan Kejaksaan hadir di Kalbar sebagai bagian dari pelaksanaan Satgas Edukasi penanganan karhutla. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Baca Juga: Satu Bulan Lebih Kabut Asap di Kalbar, DPRD Gelar RDPU Karhutla: Tantang Eksekutif beri Jawaban

“Harapan kami nanti bisa ada kesiapan-kesiapan dan langkah-langkah strategis serta kebijakan strategis untuk mempersiapkan konsep-konsep upaya mitigasi dalam penanganan karhutla di tahun-tahun yang akan datang,” ungkap Ronny.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman, tetapi juga membutuhkan edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat.

“Saya atas nama pemerintah provinsi mengucapkan selamat datang di Bumi Khatulistiwa. Terima kasih karena Kalbar dipilih menjadi lokasi pengabdian. Kami sangat terbantu, karena penanganan karhutla tidak hanya soal pemadaman, tetapi yang paling penting adalah edukasi dan pencegahan di masyarakat,” ujar Ria Norsan.

Ia berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, dampak asap terhadap kesehatan, serta pentingnya menjaga ekosistem, khususnya lahan gambut.

Ria mengatakan pencegahan karhutla perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.

“Pencegahan harus kita mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat. Jangan sampai kita hanya bergerak ketika api sudah muncul. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kalbar.(mse)

Editor : Hanif
Sespimti Dikreg ke-36 edukasi karhutla ria norsan karhutla kalbar pencegahan karhutla