Polresta Pontianak Uji Cairan X-Fire untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:19 WIB
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto
PONTIANAK POST - Polresta Pontianak menguji penggunaan cairan X-Fire untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Cairan tersebut diuji langsung pada lahan gambut yang terbakar di Jalan Bentasan 2, Kelurahan Siantan Hulu, Jumat (11/9) sore.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto memimpin langsung pengujian tersebut. Dalam uji lapangan, cairan X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan perbandingan 10 liter X-Fire dan 100 liter air, kemudian disemprotkan ke area lahan yang terbakar.

Hasil pengujian menunjukkan api di permukaan lahan cepat padam. Cairan juga disebut meresap ke lapisan bawah lahan gambut sehingga bagian yang masih mengalami pembakaran dan mengeluarkan asap dapat dipadamkan.

Baca Juga: Polres Kubu Raya Uji X-Fire untuk Karhutla, 1.000 Liter Campuran Disemprot ke Lahan Gambut

"Penggunaan cairan X-Fire ini terbukti sangat efektif untuk memadamkan kebakaran lahan,” ujar Endang Tri, Sabtu (12/9).

Menurutnya, efektivitas cairan tersebut terlihat ketika dibandingkan dengan pemadaman menggunakan air biasa. Dalam pengujian, personel yang menggunakan air memang berhasil memadamkan api di permukaan, tetapi lapisan gambut di bawahnya masih mengeluarkan asap.

“Namun di area yang di semprot dengan X-Fire apinya padam dan cairan meresap hingga ke dalam lapisan bawah sehingga api padam total tidak terdapat kepulan asap lagi,” katanya.

Endang menjelaskan, cairan X-Fire berbahan dasar tepung terigu yang diramu dengan campuran berbagai zat yang disebut aman untuk digunakan.

Baca Juga: Sespimti Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla, Terjunkan 12 Peserta Didik ke Kalbar

Ia mengatakan, hasil pengujian tersebut akan menjadi pertimbangan Polresta Pontianak untuk meningkatkan efektivitas pemadaman karhutla, khususnya pada lahan gambut yang memiliki potensi api kembali muncul dari lapisan bawah.

“Ke depan kami akan mengefektifkan penggunaan cairan X-Fire ini untuk pemadaman kebakaran lahan,” katanya.

Sementara itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk, dengan Kota Pontianak, menjadi daerah yang mencatat tingkat polusi udara sangat tinggi. Pemantauan IQAir pada Minggu (13/9) pukul 13.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara di ibukota Kalimantan Barat itu mencapai 1.555, masuk dalam kategori berbahaya (Hazardous).

Baca Juga: Right to the City: Kabut Asap dan Hak atas Udara Bersih di Pontianak

Tingginya indeks tersebut terutama dipengaruhi konsentrasi PM2.5 yang mencapai 855 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan paparan partikel halus di udara berada pada tingkat yang sangat tinggi. IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 di Pontianak saat itu mencapai sekitar 171 kali lebih tinggi dibanding nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Mengingat kondisi yang memprihatinkan ini, Polresta Pontianak mendirikan 8 posko kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak kabut asap di wilayah Kota Pontianak.

Delapan posko tersebut terdiri dari Posko Kesehatan Terpadu di Jalan Karya Baru, Pontianak Selatan, Klinik Polresta Pontianak di Jalan Johan Idrus, serta enam posko kesehatan yang berada di puskesmas pada masing-masing kecamatan di Kota Pontianak.

Endang Tri mengatakan pendirian posko kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara kurang sehat,” imbaunya.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Pontianak dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama kondisi Karhutla dan kabut asap berlangsung.

“Semoga keberadaan posko kesehatan ini dapat membantu masyarakat. Kami mengajak seluruh warga bersama-sama menjaga kesehatan serta mencegah terjadinya Karhutla,” pungkasnya. (sti)

Editor : Hanif
karhutla Pontianak kabut asap Pontianak X-Fire lahan gambut polresta pontianak