PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan 1 juta liter air tawar dari Desa Sungai Radak, Kabupaten Kubu Raya, untuk menghadapi krisis air baku akibat tingginya kadar garam selama musim kemarau.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan air tawar tersebut akan diangkut menggunakan tongkang dan dicadangkan di kawasan Nipah Kuning untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat.
"Untuk air minum, insyaallah masyarakat Kota Pontianak harap tenang, kita terus berupaya untuk memproduksi air minum ini, dan nanti malam tongkang yang kita beli air dari Desa Radak, Terentang, di mana kadar garamnya nol, akan kita cadangkan di Nipah Kuning," ujar Edi di Pontianak, Selasa.
Air Tawar Disiapkan untuk Masyarakat
Menurut Edi, masyarakat nantinya dapat mengambil air menggunakan jeriken atau galon dengan kapasitas rata-rata 20 liter.
Pemkot Pontianak juga menyiapkan tongkang kedua berkapasitas 5.000 ton untuk memperkuat pasokan air di wilayah utara Kota Pontianak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya jangka pendek menghadapi kondisi air baku yang terdampak intrusi air asin selama kemarau.
Tingginya Kadar Garam Membuat Air Baku Sulit Diolah
Edi menjelaskan proses pengolahan air baku sangat dipengaruhi oleh kadar garam. Pada siang hari, kadar garam disebut dapat mendekati angka 2.000 sehingga air tidak memungkinkan untuk langsung diolah.
Sebaliknya, kadar garam dapat turun drastis pada sore hingga malam hari sehingga pengolahan air dapat kembali dilakukan.
Untuk mendatangkan air tawar dari Desa Sungai Radak, pemerintah harus menanggung biaya yang cukup besar karena jarak dan kebutuhan bahan bakar selama perjalanan.
"Ini sangat mahal, untuk 1.000 kubik air tawar itu biayanya hampir Rp100 juta karena perlu BBM dan perjalanan cukup jauh ke Desa Radak, Terentang, dan inilah upaya sementara untuk jangka pendek menghadapi musim kemarau ini," ujarnya.
Hampir 4 Juta Liter Air Didistribusikan
Edi mengatakan dalam empat hari terakhir Pemkot Pontianak telah memproduksi dan mendistribusikan hampir 4 juta liter air minum kepada masyarakat.
Distribusi tersebut telah menjangkau masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Kota Pontianak.
Sementara itu, produksi air untuk kebutuhan mencuci dan mandi tetap dipertahankan sekitar 2.000 liter per detik.
Infrastruktur Air Baku Terus Diperbaiki
Selain mendatangkan air tawar, Pemkot Pontianak terus melakukan perbaikan infrastruktur untuk memperkuat sistem penyediaan air baku.
Infrastruktur yang diperbaiki antara lain pipa berdiameter 800 milimeter yang mengalami kebocoran serta waduk seluas 6,6 hektare.
Edi mengatakan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat tetap diperlukan untuk menjamin ketersediaan air baku dalam jangka panjang.
"Dukungan pemerintah provinsi dan pusat juga penting untuk memastikan ketersediaan air baku jangka panjang sekaligus mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama kemarau," kata dia.
Upaya penyediaan air tawar tersebut menjadi langkah sementara agar kebutuhan air minum masyarakat tetap terpenuhi ketika kualitas air baku mengalami penurunan akibat tingginya kadar garam.*
Editor : Uray Ronald