PDAM Pontianak Terus Distribusikan Air Bersih di Tengah Krisis Air Baku

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:34 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau proses pengolahan air di PDAM Pontianak beberapa waktu lalu.(Antara/Prokopim Pontianak)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau proses pengolahan air di PDAM Pontianak beberapa waktu lalu. (Antara/Prokopim Pontianak)

 

PONTIANAK POST - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat melalui sejumlah titik penampungan dan mobil tangki di tengah kondisi kemarau dan gangguan sumber air baku.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak Abdullah mengatakan masyarakat dapat mengambil air secara mandiri menggunakan galon atau jeriken di titik penampungan yang telah disiapkan.

"Air kita salurkan melalui mobil tangki dan masyarakat juga bisa mengambil secara mandiri menggunakan galon atau jeriken," ujarnya di Pontianak, Selasa (15/9).

Stok Air Terus Disalurkan

Abdullah mengatakan berdasarkan data PDAM, penyaluran air telah dilakukan dari sejumlah titik penampungan.

Di Perum 3, dari stok awal sekitar 1,5 juta liter, sekitar 1,3 juta liter telah disalurkan kepada masyarakat. Sementara di Wonoyoso, dari stok sekitar 500 ribu liter, sekitar 350 ribu liter telah tersalurkan.

"Di Boster Kesehatan, sekitar 20 ribu liter dari stok 30 ribu liter telah digunakan," jelasnya.

Baca Juga: Pontianak Siapkan 1 Juta Liter Air Tawar Hadapi Krisis Air Baku

Distribusi air tersebut juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, terutama fasilitas yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan.

Sejumlah fasilitas yang mendapat distribusi antara lain RSUD Sudarso, rumah sakit milik Pemerintah Kota Pontianak, Yarsi, Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, serta klinik-klinik yang memiliki layanan cuci darah.

Distribusi Menjangkau Enam Kecamatan

Menurut Abdullah, penyaluran air telah dilakukan hampir di seluruh kecamatan di Kota Pontianak.

Wilayah yang telah mendapat distribusi mencakup Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Timur, Pontianak Kota, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.

Namun, volume air yang disalurkan tidak sama di setiap wilayah karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik.

"Penyalurannya hampir semua kecamatan sudah kita lakukan. Namun secara volume memang belum sama banyak karena kita menyesuaikan dengan titik-titik yang membutuhkan air bersih atau air tawar," kata dia.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Salurkan Air Bersih dan Beri Diskon 30 Persen Pelanggan PDAM

Intrusi Air Laut Ganggu Pengolahan

Di tengah distribusi air bersih tersebut, PDAM menghadapi persoalan pada sumber air baku akibat intrusi air laut.

Masuknya air laut menyebabkan kadar garam air baku meningkat signifikan sehingga proses pengolahan menjadi lebih berat dan turut memengaruhi operasional peralatan pengolahan.

Abdullah mengatakan kadar garam air baku saat ini berada jauh di atas kadar yang selama ini menjadi acuan dalam proses pengolahan.

Karena itu, PDAM harus menjalankan sejumlah langkah teknis secara bersamaan, mulai dari mencari sumber air baku dengan kadar garam lebih rendah, menambah kapasitas teknologi Reverse Osmosis (RO), hingga mendatangkan air menggunakan tongkang.

Baca Juga: Warga Pontianak Krisis Air, Pemprov dan Pemkot Perkuat Distribusi ke 29 Kelurahan

Kapasitas SWRO Masih Terbatas

Abdullah menjelaskan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang dimiliki PDAM saat ini memiliki kapasitas terbatas.

Teknologi tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan air dalam skala kota sehingga penggunaannya lebih diarahkan sebagai solusi ketika kondisi tertentu terjadi.

Sementara itu, kapasitas total instalasi pengolahan air PDAM mencapai sekitar 2.300 liter per detik.

"SWRO yang kita miliki kapasitasnya masih kecil, sehingga penggunaannya lebih sebagai solusi saat kondisi tertentu. Dalam kondisi seperti sekarang, kita perlu mencari sumber air baku dengan kadar garam yang lebih rendah agar dapat diolah dengan sistem yang tersedia," jelasnya.

Upaya distribusi air bersih dan pencarian sumber air baku alternatif dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat selama kondisi kemarau dan meningkatnya kadar garam air baku.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
air tawar Pontianak intrusi air laut Pontianak krisis air baku Pontianak PDAM Pontianak distribusi air bersih