PONTIANAK POST — Keluhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih di Desa Rengas Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya mendapat jawaban. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih Rengas Kapuas sebanyak 8.000 liter, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Satu tangki air tersebut dikirim melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar setelah Gubernur Kalbar Ria Norsan menerima laporan warga. Bantuan itu menjadi pasokan air bersih pertama yang diterima masyarakat setempat selama musim kemarau tahun ini.
Pesan Warga Sampai kepada Gubernur
Kesulitan warga diketahui melalui pesan yang ditujukan kepada Gubernur Kalbar. Dalam pesan singkat itu, masyarakat meminta pemerintah membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
“Assalamualaikum, untuk Bapak Gubernur, kami masyarakat Desa Sungai Rengas membutuhkan air bersih,” demikian isi pesan warga tersebut.
Laporan itu segera ditindaklanjuti dengan pengiriman satu tangki berkapasitas 8.000 liter. Ria Norsan turut mendatangi lokasi penyaluran untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat.
“Setelah kita memberikan bantuan air bersih ke beberapa titik di Kalbar, masuk laporan kepada saya bahwa masyarakat Desa Rengas Kapuas, Kubu Raya, ini belum menerima bantuan air. Makanya hari ini kita sediakan satu tangki,” kata Norsan.
Kebutuhan Warga Belum Terpenuhi
Kedatangan satu tangki air belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Warga meminta tambahan pasokan karena air bersih masih sulit diperoleh selama kemarau.
Norsan memastikan bantuan lanjutan akan dikirim pada Rabu (16/9/2026). Rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas PU Kalbar.
“Tadi masyarakat juga meminta kita untuk memberikan tambahan satu tangki. Insyaallah besok kita siapkan dan sudah saya komunikasikan dengan pelaksana, khususnya ke Dinas PU,” ujarnya.
Dinas PU Siapkan Tangki Tambahan
Kepala Dinas PU Kalbar Iskandar Zulkarnaen membenarkan instruksi pengiriman bantuan lanjutan. Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat Rengas Kapuas masih tinggi.
“Sesuai dengan instruksi Bapak Gubernur, kita akan siapkan besok. Ini dilakukan karena memang tingkat kebutuhan masyarakat Desa Rengas Kapuas terhadap air bersih cukup tinggi,” katanya.
Distribusi tambahan diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan paling mendasar, seperti minum, memasak, dan menjaga kebersihan keluarga.
Bantuan Pertama Selama Kemarau
Seorang ketua RT di Desa Rengas Kapuas mengatakan bantuan tersebut merupakan pasokan air bersih pertama yang diterima warga selama kemarau tahun ini. Ia mengapresiasi respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat.
“Saya sebagai warga dan salah satu ketua RT di Desa Rengas Kapuas mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Provinsi karena telah memberikan bantuan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, warga telah beberapa waktu kesulitan mencari air yang layak digunakan. Karena itu, masyarakat berharap distribusi tidak berhenti pada pengiriman pertama.
“Mudah-mudahan kalau ada kekurangan air lagi, pemerintah dapat memberikan bantuan karena memang di sini masyarakat masih sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” katanya.
Distribusi Perlu Menjangkau Warga Rentan
Pengiriman air bersih menjadi bantuan darurat bagi masyarakat terdampak kemarau. Namun, pendataan penerima dan distribusi berkelanjutan diperlukan agar lansia, anak-anak, ibu hamil, serta keluarga yang tidak memiliki kendaraan tetap memperoleh pasokan.
Bantuan tambahan yang dijadwalkan tiba pada Rabu diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga. Pemerintah juga perlu memetakan kebutuhan harian dan sumber air alternatif apabila kemarau berlangsung lebih lama.