Hujan Guyur Kalbar, Warga Berharap Asap Segera Reda

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:38 WIB
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas diguyur hujan pada Minggu (13/9). Warga berharap hujan turun lebih sering dan merata agar kabut asap dan kekeringan segera berlalu.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas diguyur hujan pada Minggu (13/9). Warga berharap hujan turun lebih sering dan merata agar kabut asap dan kekeringan segera berlalu.

 

PONTIANAK POST — Hujan di Kalbar yang turun pada Selasa (15/9/2026) membawa kelegaan bagi masyarakat setelah berminggu-minggu menghadapi cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan dilaporkan mengguyur hampir seluruh kabupaten dan kota dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat disertai petir. Masyarakat berharap hujan dapat membersihkan udara sekaligus membantu petugas memadamkan api dan mendinginkan lahan gambut.

Warga Menanti Udara Bersih

Turunnya hujan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menjalani aktivitas di tengah kabut asap. Kondisi udara yang memburuk telah mengganggu jarak pandang serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Namun, hujan sesaat belum tentu memadamkan seluruh kebakaran, terutama apabila bara telah merambat ke lapisan gambut. Pembasahan dan pemantauan lapangan masih diperlukan untuk mencegah api kembali muncul.

Awan Hujan Mulai Tumbuh

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Ridwan mengatakan BMKG mendeteksi pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.

Peluang tersebut dioptimalkan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Penyemaian dilakukan pada awan yang memenuhi persyaratan agar peluang dan intensitas hujan dapat ditingkatkan di wilayah sasaran.

“Alhamdulillah, hujan ini tentu dari Yang Mahakuasa, Allah SWT. Namun, kita sudah berikhtiar dengan melakukan OMC setiap hari. Semoga hujan ini bisa mengurangi kabut asap,” ujar Ridwan.

Tiga Pesawat Jalankan OMC

Menurut Ridwan, operasi modifikasi cuaca di Kalbar telah berlangsung sejak 4 September 2026 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Operasi semula menggunakan dua pesawat. Satu pesawat kemudian ditambahkan atas arahan Kepala BNPB sehingga total armada yang dioperasikan menjadi tiga unit.

Pada 14 dan 15 September, OMC diarahkan ke Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Landak, Bengkayang, dan Sambas. Wilayah sasaran disesuaikan dengan pertumbuhan awan dan kebutuhan penanganan karhutla.

Peluang Hujan hingga 24 September

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan BPBD Kalbar, potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan muncul pada 15–24 September 2026. Kondisi itu akan dimanfaatkan untuk melanjutkan penyemaian awan.

“Diharapkan dengan OMC tersebut peluang hujan semakin besar sehingga karhutla dapat segera kita atasi,” kata Ridwan.

Meski demikian, hujan dan OMC merupakan bagian dari operasi penanganan karhutla. Pemadaman darat, pembasahan gambut, pengawasan titik api, perlindungan kesehatan, dan penegakan hukum tetap harus berjalan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pemadaman kebakaran lahan kabut asap Kalimantan Barat Hujan Pontianak karhutla kalbar Operasi Modifikasi Cuaca