PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp20 miliar yang akan dikhususkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Demikian dikatakan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Selasa (15/9).
“Anggaran tersebut nantinya diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan karhutla, termasuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan petugas di lapangan,” katanya.
Menurut Edi, salah satu pemanfaatan anggaran tersebut adalah untuk pengadaan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Peralatan yang memadai dinilai penting agar petugas dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Dibayar APBN, Wali Kota Pontianak: APBD Bisa untuk Pembangunan
Selain pengadaan peralatan, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran untuk penggalian sumur bor di sejumlah lokasi. Sumur bor tersebut dipersiapkan sebagai sumber cadangan air yang dapat digunakan petugas ketika melakukan pemadaman api.
“Anggaran Rp20 miliar ini khusus untuk penanganan karhutla. Kita akan gunakan untuk pengadaan peralatan, kemudian penggalian sumur bor sebagai cadangan air ketika petugas melakukan pemadaman,” ujar Edi.
Ia menambahkan, bantuan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk mendukung operasional petugas kebakaran yang berada di lapangan, termasuk pemberian insentif bagi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Menurut Edi, keberadaan petugas di lapangan memiliki peran penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Baca Juga: Ketapang dan Kubu Raya Jadi Titik Rawan Karhutla, Empat Instruksi Menko Polkam Diterapkan
“Termasuk untuk insentif petugas kebakaran yang bekerja di lapangan. Mereka ini yang berhadapan langsung ketika terjadi kebakaran,” katanya.
Edi berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat tersebut dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan Pemkot Pontianak dalam menghadapi karhutla. Penanganan, kata dia, tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus diperkuat melalui langkah-langkah pencegahan.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada kondisi cuaca kering.
Dengan adanya tambahan dukungan anggaran, Edi berharap sarana dan prasarana penanganan kebakaran di Kota Pontianak semakin memadai sehingga petugas dapat melakukan penanganan secara cepat dan efektif ketika terjadi karhutla.(iza)
Editor : Rafael B. Junior