PONTIANAK POST — Perumda Tirta Khatulistiwa memproduksi satu juta liter air bersih setiap hari untuk dibagikan secara gratis kepada warga melalui mobil tangki. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi dampak kemarau panjang yang menyebabkan air baku terintrusi air laut sehingga air dari jaringan perpipaan terasa asin.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau proses pengisian dan distribusi air bersih di Booster Imam Bonjol Perumda Tirta Khatulistiwa, Selasa (15/9) sore. Air tersebut disalurkan kepada warga di 29 kelurahan serta sejumlah fasilitas publik di Kota Pontianak.
Mobil tangki, kendaraan pemadam kebakaran, dan mobil pikap yang membawa tandon air tampak silih berganti mengisi muatan untuk dibagikan kepada masyarakat. Pemantauan rutin dilakukan sejak kemarau panjang melanda.
Baca Juga: WALHI Kalbar Desak Pengobatan Gratis, Distribusi Air Bersih, dan Percepatan Hujan Buatan
Edi memastikan persediaan air bersih bagi masyarakat masih mencukupi meskipun sumber air baku terdampak intrusi air laut. “Setiap hari, kita memproduksi satu juta liter air yang didistribusikan kepada masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak panik karena cadangan air minum masih tersedia. Penyaluran dilakukan melalui tempat-tempat penampungan, masjid yang dijadikan titik layanan, serta lokasi lain yang membutuhkan. “Alhamdulillah, sejak empat hari lalu, kita sudah mendistribusikan hampir empat juta liter. Stok dan cadangannya masih banyak,” katanya.
Menurut Edi, pemerintah terus mengatur penyaluran agar air minum dapat menjangkau masyarakat secara merata. Titik distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah.
Selain mengandalkan produksi instalasi pengolahan air (IPA), Pemerintah Kota Pontianak menambah cadangan air baku dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Air tersebut diangkut menggunakan tongkang untuk memperkuat pasokan.
Baca Juga: PDAM Pontianak Terus Distribusikan Air Bersih di Tengah Krisis Air Baku
“Untuk wilayah barat, Selasa malam, tongkang yang membawa air dari Desa Radak, Terentang, akan kita siagakan di Nipah Kuning. Masyarakat nantinya dapat mengambil air dari sana,” ujarnya.
Tongkang kedua berkapasitas sekitar 5.000 ton juga disiapkan untuk memperkuat persediaan air di wilayah lain. “Rabu, insyaallah, tongkang kedua yang mampu mengangkut sekitar 5.000 ton akan kita tempatkan di Parit Mayor. Setelah itu, kita coba melayani wilayah utara,” katanya.
Edi menjelaskan, penggunaan tongkang merupakan langkah darurat untuk menjaga ketersediaan air minum selama kondisi sumber air baku belum kembali normal.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, Perumda Tirta Khatulistiwa tetap memproduksi air dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik. Tingginya kadar garam menyebabkan air yang diterima pelanggan di sejumlah wilayah masih terasa asin.
Namun, air di sebagian wilayah lainnya mulai terasa tawar berkat tambahan pasokan dari sumber air baku berkadar garam rendah. “Air untuk kebutuhan mandi dan mencuci tetap kita produksi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus berupaya menjaga pasokan,” tuturnya. (iza/r)
Editor : Rafael B. Junior