Pemprov Kalbar Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:30 WIB
Masyarakat yang antre pengisian air bersih yang siapkan Pemprov Kalbar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.  (Adpim Pemprov Kalbar)
Masyarakat yang antre pengisian air bersih yang siapkan Pemprov Kalbar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Distribusi dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalbar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar dengan menerjunkan armada ke sejumlah lokasi penyaluran, kemarin.

Warga yang menerima bantuan telah menyiapkan wadah untuk menampung air yang didistribusikan petugas.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Agus Salurkan Air Bersih, Masker dan Susu ditengah Bencana Karhutla

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada organisasi perangkat daerah untuk menangani kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar menyalurkan 40 ribu liter air bersih ke lima titik di Kota Pontianak setelah warga mengeluhkan air PDAM terasa asin dan tidak layak untuk konsumsi.

"Hari ini Pemprov Kalbar melalui Dinas PUPR menyalurkan 40 ribu liter air bersih di lima titik di Kota Pontianak. Saya turun langsung karena mendapat laporan dari warga bahwa air PDAM sudah tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum karena terasa asin," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meninjau penyaluran di Kompleks Puri Akcaya 3, Pontianak Tenggara, Selasa (15/9).

Ria Norsan mengatakan kondisi tersebut dirasakan masyarakat seiring musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas air, termasuk akibat intrusi air laut.  

Baca Juga: Air PDAM Pontianak Asin Saat Kemarau, Sutarmidji Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali Lipat

Bantuan disalurkan menggunakan lima mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Warga mendatangi lokasi dengan membawa jeriken, ember dan galon untuk menampung air yang disediakan pemerintah.  

Menurut Norsan, pemerintah mengambil langkah tersebut untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kualitas air belum kembali normal.

Ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar tetap siaga memantau kondisi serta menyalurkan air bersih apabila masyarakat masih membutuhkan.   

"Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk terus stand by. Selama air PDAM masih asin dan masyarakat masih membutuhkan, pemerintah akan terus menyalurkan bantuan air bersih," katanya.

Norsan mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Pemprov Kalbar juga akan mengevaluasi kebutuhan masyarakat di titik lain yang mengalami persoalan serupa.(mse/ant)

Editor : Hanif
air bersih Kalbar kekeringan Kalbar air pdam asin pemprov kalbar kemarau panjang